Prasetyo: Tidak Perlu Borgol karena Samadikun Kooperatif

Rudy Polycarpus
21/4/2016 23:45
Prasetyo: Tidak Perlu Borgol karena Samadikun Kooperatif
(ANTARA)

SAAT tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 21.00 WIB, Samadikun Hartono mengenakan kaos polo lengan panjang bercorak garis-garis putih hitam. Ia didampingi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso.

Wajah Samadikun tampak pucat tanpa ekspresi. Kedua tangannya tidak terborgol. Sutiyoso menuturkan, penangkapan Samadikun merupakan hasil operasi bersama antara BIN, Kementerian Luar Negeri, Kepolisian Negara RI, dan Kejaksaan Agung, serta kerja sama dengan otoritas di Tiongkok.

Penangkapan itu dimulai dari informasi yang dihimpun BIN sejak awal April 2016. "Masa penahanan di Tiongkok tujuh hari dan habis hari ini. Diberitahu pemerintah Tiongkok, kalau tidak segera dibawa dari Tiongkok, prosedurnya akan lebih rumit. Ini jam 2 pagi (21 April) saya baru tiba untuk mengurus administrasi kepulangan. Aparat Tiongkok sangat koorperatif," ujar Sutiyoso yang didampingi Jaksa Agung HM Prasetyo.

Pemulangan para buron itu membutuhkan kerja keras. Pasalnya, sebagian dari buronan itu ditengarai telah mengganti identitas kependudukan dan bahkan mungkin ada yang mengganti bagian wajahnya. Khusus Samadikun, kata Sutiyoso, memiliki dua paspor dengan identitas berbeda.

"Paspor Dominika dan Gambia," jelasnya. Ia menambahkan, pemulangan terpidana empat tahun itu tanpa syarat apa pun dari Pemerintah Tiongkok.

Pada momen yang sama, Prasetyo mengatakan bahwa selain Samadikun, tim pemburu koruptor juga menangkap buronan kasus Bank Century Hartawan Aluwi. Aluwi ditangkap di Singapura, Kamis (21/4), dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Jaksa Agung menyatakan, Samadikun dan Hartawan akan segera dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan. "Namun, sebelumnya dibawa ke Kejagung untuk verifikasi," tandasnya.

Terkait kondisi Samadikun yang tidak terborgol, Prasetyo mengatakan hal itu tak dibutuhkan karena buronan 13 tahun itu bersikap kooperatif. (Pol/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya