Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 500 personel militer yang tergabung dalam Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) telah disiagakan di perairan Filipina dan Malaysia. Seluruh prajurit dalam status siap apabila diberi mandat untuk membantu operasi pembebasan sejumlah WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.
Hal itu dikatakan Panglima Kostrad Letjen Edy Rahmayadi kepada wartawan di Markas Divisi Infanteri 1/Kostrad, Cilodong, Kota Depok, Selasa (19/4). "Saat ini kita masih menunggu perintah," katanya.
Ia menuturkan, TNI bukan tidak bisa mengambil peran dalam upaya pembebasan sandera. Namun, hal tersebut tidak bisa dilakukan lantaran Filipina punya Undang-undang dan kedaulatan negara yang tidak mengijinkan siapapun memasuki teritorial mereka.
"Termasuk tentara Amerika yang punya pangkalan (militer) di Filipina, tapi tetap tidak boleh melakukan operasi di daerah Filipina," katanya.
Meski demikian, sambung dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah menyikapi persoalan dengan menjalin kerjasama lintas negara, seperti patroli bersama yang melibatkan pemerintah Filipina dan Malaysia di perairan yang rawan terjadi perompakan.
Berdasarkan hasil pemetaan intelijen TNI dan militer Filipina, imbuh dia, seluruh sandera masih berada di Pulau Sulu, bagian barat daya Filipina. "Dan kita ada (bersiaga) di perbatasan perairan Filipina, Malaysia, dan Indonesia, yang terfokus (personel lain) di (Pangkalan Laut) Tarakan, Kaltim," terang dia. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved