Polisi Jadi Pengedar Narkoba Karena Faktor Ekonomi

Budi Ernanto
17/4/2016 19:08
Polisi Jadi Pengedar Narkoba Karena Faktor Ekonomi
(Ilustrasi--ANTARA/Prasetia Fauzani)

WAKIL Ditserse Narkoba Bareskrim Polri Kombes Nugroho Aji mengungkapkan bahwa kebanyakan anggota yang terlibat kasus narkoba hanya sebagai penyalahguna. Beberapa hal yang menyebabkan mereka menjadi penyalahguna ialah karena ikut-ikutan, gaya hidup, dan bahkan ada yang sampai dipaksa. Sementara yang menjadi pengedar sangat sedikit.

"Mereka (polisi) menjadi pengedar karena faktor ekonomi,” kata Nugroho, Minggu (17/4).

Mereka yang menyalahgunakan narkoba, telah ditempatkan di RS Bhayangkara Polri, Ciputat untuk melakukan rehabilitasi. Sementara yang menjadi pengedar, akan diproses hukum.

Menurut Kadiv Propam Polri Irjen M Iriawan jika hanya sekedar menjadi penyalahguna, hukuman yang diberikan hanya berupa hukuman disiplin. Sementara yang menjadi pengedar bisa diberhentikan secara tidak hormat dan dikenakan hukuman sesuai UU Narkotika.

Sabtu (9/4), anggota Polsek Palmerah, Brigadir HR, tertangkap tangan oleh Pengamanan Internal (Paminal) Divisi Propam Polri saat bertransaksi narkoba di Palmerah, Jakarta. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Rudy Herianto, memastikan bakal mencopot anggotanya itu karena sudah melanggar kode etik institusi.

Di Bogor, polisi berpangkat Bripka berinisial TI ditangkap karena menjadi bandar sabu. Saat diciduk, TI yang berdinas di Polsek Leuwiliang, kedapatan memiliki sekitar 20 paket sabu siap edar. Semuanya paket itu jika ditotal beratnya mencapai 21 gram.

Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menyatakan menilai, keterlibatan polisi di kasus-kasus narkoba dikarenakan lemahnya pembinaan dan pengawasan terhadap setiap anggota. Karena itu, Polri tidak bisa terus menerus mengejar citra yang baik tanpa diiringi upaya membersihkan internal dari oknum.

“Berantas kasus narkoba tapi tidak diimbangi dengan anggaran yang cukup, sarana dan prasarana tidak ada, jadinya malah ada yang bermain. Ada yang jadi beking pengedar atau malah ikut jualan. Akibatnya, narkoba di Indonesia jadi susah diberantas,” kata Bambang. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya