Istana Tepis Pemanggilan Menteri terkait Reshuffle

Rudy Polycarpus
10/4/2016 19:47
Istana Tepis Pemanggilan Menteri terkait Reshuffle
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

TIM Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menegaskan, pemanggilan para menteri Kabinet Kerja merupakan hal lumrah yang kerap dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setiap saat. Tugas para menteri, kata dia, ialah fokus bekerja seperti yang diminta Presiden.

Demikian disampaikan Ari menanggapi pemanggilan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Djafar oleh Jokowi ke Istana Bogor, Kamis (7/4) lalu.

"Para menteri itu pembantu Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bisa saja setiap saat dipanggil. Dipanggil di mana saja, kapan saja tidak jadi soal. Jika diperlukan, Presiden bisa memanggil dan melakukan komunikasi dengan menteri-menterinya," ujar Ari, Minggu (10/4).

Ari menegaskan, perombakkan kabinet (reshuffle) merupakan hak prerogatif Presiden. Perkara kapan dan siapa yang akan diganti, menurut dia, hanya Jokowi yang tahu. Karena itu, pihak mana pun tidak ada yang bisa mendikte Presiden dalam menggunakan hak prerogatifnya.

Jumat (8/4) Presiden Jokowi membenarkan telah memanggil secara khusus sejumlah menteri dalam beberapa hari terakhir. Ia enggan menyebut siapa menteri yang dipanggil, meski secara eksplisit mengakui akan merombak kabinetnya dalam waktu dekat. "Yang pasti bukan hari ini," ujarnya. (Pol/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya