Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU perombakan Kabinet Kerja semakin kencang.
Presiden Joko Widodo memberi sinyal pengumuman perombakan kabinet dilakukan dalam waktu dekat.
"Yang pasti bukan hari ini (kemarin)," kata Jokowi seusai menghadiri Muktamar VIII PPP di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, kemarin.
Sinyal akan adanya perombakan kabinet sudah terjadi Kamis (7/4) malam saat sejumlah menteri dipanggil ke Istana Bogor.
Meski begitu, Jokowi tidak mau menjelaskan secara rinci soal pertemuan dengan sejumlah menteri tadi malam, termasuk jumlah menteri yang dipanggil.
Alasannya pemanggilan menteri ialah hal yang biasa.
"Yah biasa. Setiap hari dipanggil, hari Minggu dipanggil, hari Sabtu dipanggil, ya biasa. Tengah malam kita panggil juga biasa."
Namun, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Dadang Rusdiana membocorkan jika ada tiga menteri yang dipanggil ke Istana Bogor.
Mereka ialah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar.
Sebelumnya pada sidang kabinet paripurna juga di hari yang sama, Presiden menunjukkan legitimasi dalam menjawab tekanan politik terhadap dirinya.
Saat itu Presiden mengatakan dengan raut muka yang serius bahwa politik yang harus diemban menteri-menterinya ialah politik kerja, bukan politik rencana ataupun wacana.
"Buat saya yang dikatakan Presiden bahwa dia tidak mau ditekan, didikte orang-orang baik parpol maupun nonparpol (relawan) untuk melakukan perombakan kabinet," ujar pengamat politik LIPI, Ikrar Nusa Bhakti, dalam diskusi bertema Pertaruhan reshuffle vs kegalauan Presiden Jokowi, kemarin.
Ikrar menambahkan, Presiden juga telah mengingatkan para menteri untuk sibuk bekerja bukan melakukan wacana-wacana.
"Presiden ingin mengatakan Anda-Anda pembantu Presiden. Laksanakan saja program kerja yang sudah ditentukan," jelasnya.
Jika perombakan kabinet jilid II jadi dilakukan, Ikrar meminta Presiden untuk menggunakan hak prerogatif sepenuhnya guna menunjukkan kepada parpol dan relawan bahwa dia pemegang kekuasaan tertinggi dalam kabinet.
Meski demikian, Ikrar memprediksi Presiden akan mengakomodasi pihak dari kalangan parpol terutama dari PAN yang telah secara resmi mendukung pemerintah.
Sedang geram
Di tempat yang sama, pengamat komunikasi politik PARA Syndicate Benny Susetyo mengatakan Presiden saat ini sedang geram dengan menteri-menteri yang hanya berwacana.
Ia melihat hal itu sebagai tanda bahwa Presiden yang memegang kontrol, terutama berkaitan dengan rencana perombakan kabinet.
"Presiden tidak punya utang ke siapa pun. Utangnya hanya ke rakyat, bukan ke relawan dan parpol. Dia (Jokowi) ingin mengatakan kedaulatan di tangan dirinya, bukan di pembuat opini, parpol, dan relawan yang menginginkan posisi menteri," ujar Romo Benny yang juga seorang rohaniwan tersebut.
(Nyu/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved