Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENINDAKAN hukum terhadap provokator dan penyebar hate speech harus diatur dalam revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Terorisme.
Menurut Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT Arief Dharmawan pemberantasan terorisme kerap kurang holistik karena para penyebar hate speech alias haters belum tersentuh oleh hukum.
"Dulu kalau saya memprovokasi kekerasan, langsung dicomot. Sekarang enggak bisa seperti itu," ujar Arief di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, kemarin.
Menurut Arief, banyak pelaku teror terprovokasi oleh tokoh-tokoh radikal meski tidak secara langsung diperintahkan.
Kebanyakan pelaku teror mendengarkan ceramah dari provokator dan penyebar hate speech dan terinspirasi untuk melakukan aksi-aksi terorisme.
"Kalau yang ngomong seorang imam atau tokoh agama, pasti ada yang terpengaruh. Sehabis dengar ceramah, keluar dari ruangan, bikin rencana, ledakan bom di KFC, kedutaan dan lain-lain. Para pelaku ditangkap, tapi penyebar hate speech-nya tidak dihukum."
Komisioner Komnas HAM Hafid Abbas menambahkan kemiskinan dan kesenjangan sosial menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan terorisme marak.
Para pelaku terorisme kerap berasal dari daerah atau negara yang miskin.
"Terorisme itu persis seperti petasan, ada sumbu kalau dibakar meledak. Di dasarnya ada ketidakadilan, diskriminasi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial. Ke depan, negara harus menjaga agar kesenjangan sosial tidak terus melebar."
Islam Nusantara
Pemerintah Inggris siap bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) untuk mempromosikan Islam Nusantara ke seluruh dunia, khususnya Timur Tengah.
Menurut Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, Islam Nusantara bisa menjadi teladan bagi negara-negara mayoritas muslim lainnya terkait upaya membangun masyarakat yang toleran dan moderat di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.
"Penting sekali bagi negara-negara lain untuk melihat Islam di Indonesia yang toleran, damai, dan moderat. Indonesia bisa menjadi teladan dan berperan besar dalam menciptakan Islam yang damai serta mencegah berkembangnya terorisme," ujar Moazzam di sela penandatanganan nota kesepahaman di bidang penanganan terorisme di Gedung PBNU, Jakarta, kemarin.
Moazzam mengatakan, selama ini pemerintah Inggris telah bekerja sama dengan berbagai instansi keamanan di Indonesia dalam upaya menangkal ancaman terorisme.
Namun, hal itu tidak cukup jika tidak dibarengi penyebaran ide dan sikap toleran melawan ide-ide radikal.
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menambahkan Islam Nusantara berbeda dengan interpretasi Islam di jazirah Arab dan Timur Tengah.
Di Indonesia, Islam berpadu dengan semangat nasionalisme yang kental.
"NU satukan Islam dengan nasionalisme. Islam bisa kuat kalau bersatu dengan nasionalisme."
Said menambahkan, di Timur Tengah banyak ulama yang mumpuni, tetapi bukan dari kelompok nasionalis.
Sebaliknya, kelompok nasionalis di Timur Tengah cenderung bukan dari golongan ulama.
(P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved