Gesekan di MA semakin Kuat

Nur/P-1
09/4/2016 07:15
Gesekan di MA semakin Kuat
(ANTARA/Wahyu Putro A)

MENJELANG waktu pemilihan Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial yang digelar 14 April mendatang muncul kelompok-kelompok pendukung yang membuat kondisi di internal MA memanas.

Tiap kelompok sudah bergerak untuk tujuan masing-masing.

Hakim Agung Gayus Lumbuun mengatakan ada tiga kelompok yang muncul.

Pertama, kelompok yang ber-ambisi.

Kelompok tersebut ialah yang mendekati hakim agung secara personal untuk mendukung dirinya sebagai wakil ketua MA atau yang menyuruh orang lain untuk mendekati hakim agung untuk memilih dirinya.

Kedua, kelompok oportunis. Dikatakan Gayus, kelompok itu ialah kelompok yang melihat gelagat pimpinan MA ke arah mana kira-kira akan memilih wakil ketua MA.

Ketiga, kelompok yang cari aman, yakni kelompok yang menunggu suara terbanyak siapa calon yang akan terpilih.

"Itu supaya nanti dia tidak kesulitan dengan wakil ketua yang baru," terangnya ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Diungkapkan Gayus, dari kasak-kusuk yang beredar di internal MA, ada tiga nama yang terdengar akan mencalonkan diri. Mereka ialah Andi Samsan Nganro, Suhadi, dan Syarifuddin.

Lantaran waktu yang tidak banyak ini, Gayus mendorong agar pimpinan MA segera menerbitkan surat edaran mengenai rencana pemilihan wakil ketua MA.

Selain itu, ia meminta pemilihan dapat dilakukan secara terbuka.

Secara terpisah, peneliti MaPPI FH UI Dio Ashar Wicaksana pun menyampaikan pemilihan wakil ketua MA harus dilakukan secara terbuka sehingga publik bisa mengetahui.

Selain itu, yang perlu menjadi perhatian ialah rencana kerja dan visi-misi para calon wakil ketua MA.

Adapun terkait munculnya persaingan di internal MA, ia berharap persaingan itu ditujukan untuk membangun dan memajukan MA.

"Kalaupun ada persaingan itu untuk memajukan MA, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu," tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya