Hanura Tuding Rizieq Shihab Hina Negara

Deni Aryanto
06/4/2016 18:40
Hanura Tuding Rizieq Shihab Hina Negara
(ANTARA)

PARTAI Hati Nurani Rakyat (Hanura) menilai orasi yang disampaikan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab pada aksi unjuk rasa yang digelar 4 April 2016 lalu di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, dinilai telah menghina tokoh bangsa dan lambang negara Pancasila.

Norma ketidaksopanan dimaksud, menurut Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Didi Apriadi, terkait umpatan Rizieq yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai 'China Gila' dan lambang negara Pancasila sebagai 'Pantat China'.

Lewat pernyataan sikap Partai Hanura yang mendukung Ahok kembali maju di bursa calon Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang, Wiranto sebagai Ketua Partai juga disebut Ketua FPI itu sebagai 'Penjilat Pantat China'.

"Beliau (Rizieq) juga memberi panggilan Pak Wiranto dengan nama Wiranti. Sebenarnya sikap demikian bukan hanya menyinggung seluruh kader Partai Hanura, tapi juga masyarakat Indonesia, karena sembarangan mengganti Pancasila dan nama besar Bapak Wiranto" ungkap Didi, Rabu (6/4).

Menurutnya, terdapat beberapa poin yang menyinggung seluruh kader Partai Hanura dalam aksi unjuk rasa tersebut, di antaranya fitnah, pencemaran nama baik, penggunaan kata-kata kasar hingga pelecehan Partai Hanura. Terlebih, hujatan itu disampaikan Rizieq di depan orang banyak. Kuatnya indikasi pelecehan seperti itu jelas merupakan salah satu penghinaan.

"Kami mengimbau kepada Rizieq supaya kembali ke jalan yang benar. Jadilah contoh yang santun dan baik kepada seluruh umat muslim. Dan kepada kader Partai Hanura, saya minta supaya berbesar hati," harapnya.

Terkait banyaknya konten materi orasi yang disampaikan oleh Rizieq secara langsung dan lewat media sosial, Didi menanggapi hal itu sudah kuat mengandung unsur delik atau tindak pidana umum. Sehingga tidak diperlukan adanya pengaduan dari salah satu pihak yang dirugikan.

"Untuk itu, kami persilahkan pihak kepolisian sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan tindakan penyidikan menurut hukum. Karena dalam kalimat yang disampaikan oleh Rizieq di depan umum antara lain menyebut secara negatif tentang Pancasila serta menebarkan rasa permusuhan, kebencian, atau penghinaan," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Nasional Gema Hanura Andin Bahtiar menambahkan, sangat tidak pantas Rizieq sebagai salah satu pimpinan kelompok umat muslim terbesar di Indonesia mengeluarkan kata-kata kasar. Ia mengkhawatirkan, apa yang keluar dari mulut Rizieq ditiru masyarakat luas.

"Terdapat beberapa poin yang menyinggung seluruh kader Partai Hanura dalam aksi unjuk rasa tersebut, di antaranya fitnah, pencemaran nama baik, penggunaan kata-kata kasar hingga pelecehan Partai Hanura. Paling berat ialah penghinaan terhadap negara," singkatnya.

Seluruh umpatan dan hujatan yang disampaikan Ketua FPI Rizieq Shihab beredar secara luas di jejaring media sosial You Tube. Rekaman video tersebut menunjukkan Rizieq terlihat menyampaikan pernyataan bahwa Ahok ialah Gubernur yang korup yang harus ditangkap dan pantas digantung di Monas. Selain itu, ia pun menyampaikan bila dirinya menentang seluruh partai yang mendukung Ahok hanya karena diberikan uang, khususnya Partai Hanura, dalam Pilgub 2017 mendatang.

Terkait dukungan tersebut, dalam unjuk rasa yang dilakukan ratusan FPI di depan Gedung KPK pada Senin (4/4), Rizieq mengusulkan untuk mengganti nama Wiranto menjadi Wiranti sebagai 'Penjilat Pantat China'. (DA/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya