Polri: Densus 88 tidak Pernah Tembak Siyono

Budi Ernanto
05/4/2016 16:12
Polri: Densus 88 tidak Pernah Tembak Siyono
(ANTARA FOTO/ Aloysius Jarot Nugroho)

KADIV Humas Polri Irjen Anton Charliyan menegaskan anggota Densus 88 tidak sekali pun menembak terduga teroris Siyono. Hal itu diketahui setelah dilakukan visum terhadap pria asal Klaten, Jawa Tengah itu.

"Di jenazah tidak ditemukan ada luka tembak. Lalu, ada yang bilang banyak tulang yang patah, setelah dilakukan pemeriksaan, hanya ada satu tulang yang patah, itu karena perkelahian," kata Anton di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/4).

Jenazah Siyono, Minggu (3/4), diautopsi tim dokter forensik yang beranggotakan 10 orang. Autopsi yang berlangsung selama 3,5 jam itu dilakukan sembilan dokter dari Muhammadiyah dan satu dari Polda Jateng.

Siyono disebut merupakan anggota Jamaah Islamiyah. Perannya terbilang cukup penting dan telah lama diincar Densus 88 sejak lama. Saat ditangkap, Siyono terlibat perkelahian dengan dua anggota Densus 88 yang mengawalnya.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan seharusnya ada lebih dari dua orang yang mengawal dan Siyono sendiri saat itu tidak diborgol. Siyono disebutkan berusaha lari dan merebut senjata anggota Densus 88. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya