Taktik Gerilya Santoso Sulitkan TNI-Polri

Cahya Maulana
05/4/2016 14:04
Taktik Gerilya Santoso Sulitkan TNI-Polri
(ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

PEMERINTAH mengaku kesulitan tangkap pimpinan kelompok bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso. Pasalnya strategi gerilya yang dilakukan Santoso menyulitkan proses penangkapan, terlebih mereka memecah menjadi tiga kelompok kecil.

"(Proses penangkapan Santoso) berjalan, memang seperti yang saya katakan mengejar gerilya itu bukan pekerjaan mudah. Dimana-mana di dunia Anda bisa lihat sejarahya tetapi sekarang kita tahu mereka terpecah mungkin paling tidak (menjadi) tiga kelmpok dan kami masih terus dalam pengerjaan," terang Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan seusai memenuhi undangan di Geung Pengayoman Kementeraian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta, Selasa (5/4).

Luhut mengatakan, tidak ada yang tahu berapa lama penangkapan Santoso akan bisa dilakukan tetapi pemerintah ingin secepatnya selesai. "Kita berharpa bisa segera mungkin," tukasnya.

Kelompok Santoso saat ini memang menjadi target utama aparat keamanan di Indonesia. Operasi Tinombala 2016 yang berkekuatan sekitar 2000 pasukan gabungan TNI-Polri masih terus mengejar Santoso dan pengikutnya di kawasan pegunungan di Poso, Sulawesi Tengah. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya