Badan Kehormatan Hanura Bisa Investigasi Katebelece Yuddy

Indriyani Astuti
01/4/2016 18:08
Badan Kehormatan Hanura Bisa Investigasi Katebelece Yuddy
(MI/MOHAMAD IRFAN)

KETUA DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding mengatakan Badan Kehormatan Hanura dapat melakukan investigasi mengenai beredarnya surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang meminta fasilitas kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri.

Surat itu berisi permintaan akomodasi dari MenPAN-RB Yuddy Chisnandi untuk rekan satu partainya Wahyu Dewanto Suripman yang membawa serta anggota keluarganya ke Sydney, Australia.

"Di Partai Hanura kan ada badan kehormatan. Nanti badan kehormatan ini lah yang akan melakukan investigasi tentang surat yang beredar sekarang," ujar Sudding.

Sudding enggan berkomentar banyak menanggapinya. Menurut dia, beredarnya surat tersebut sudah diklarifikasi oleh pihak KemenPAN-RB yang membantah bahwa Yuddy mengetahui surat tersebut. Menurutnya, katebelece itu dibuat oleh Staf Sekretaris KemenPAN-RB Dwi Wahyu Atmaji.

"Pertama ini domain MenPAN-RB. Saya kira sudah dibantah. Ini tanpa sepengetahuan Menteri Yuddy," katanya.

Sudding pun menampik permintaan fasilitas dari Wahyu yang merupakan salah satu anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Partai Hanura. Diakuinya, DPP Hanura belum meminta konfirmasi dari pihak Wahyu.

" Kita coba kontak supaya yang bersangkutan memberikan konfirmasi dan klarifikasi yang bersangkutan lagi merawat ibunya yang sedang sakit. Tapi pada saatnya, nanti DPP juga akan meminta klarifikasi akan hal itu," kata Sudding meyakinkan.

Surat katebelece itu tersebar di tengah menguatnya isu reshuffle kabinet. Sudding tidak memungkiri adanya unsur kesengajaan pihak tertentu untuk menyebarluaskan.

"Bisa saja persepsi itu mengandung kebenaran. Apalagi, di tengah isu reshuffle, apalagi kemudian ini surat juga sudah lama keluarnya, kenapa sekarang baru muncul?" ucapnya.

Ketika ditanya kinerja menteri-menteri dari Hanura, Sudding menyatakan kader Hanura yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi menteri, telah nonaktif dari partai.

"Saya kira ada dua kader kita yang sudah diwakafkan ke pemerintahan Joko Widodo, sehingga tidak ada kaitan dengan Hanura. Tapi selama ini kita lihat dia menunjukkan kinerja yang baik," pungkasnya. (Ind/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya