Gelagat Reshuffle Menguat

Astri Novaria
01/4/2016 07:31
Gelagat Reshuffle Menguat
(MI/Panca Syurkani)

KABAR tentang perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja jilid II kembali menghangat setelah Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan mengemukakan tidak segan-segan akan mengganti menteri yang tidak becus bekerja.

Selain itu, dalam pekan ini, tampak ada gelagat akan terjadi reshuffle walaupun selalu dibantah oleh pihak Istana.

Pada Senin (28/3), tanpa terjadwal resmi di agenda kepresidenan, Jokowi menerima Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Muhammad Luthfi.

Luthfi yang sempat menjadi Dubes Indonesia untuk Jepang itu menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Gita Wirjawan yang mundur setelah mengikuti konvensi capres Partai Demokrat pada 2014.

Lutfi ke Istana bersama Arifin Panigoro, pemilik PT Medco Energi Internasional Tbk.

Selain itu, pada Kamis (31/3), Presiden seharusnya melakukan kunjungan kerja ke Surabaya.

Namun, agenda tersebut mendadak dibatalkan. Pengusaha Erick Thohir malah terlihat mendatangi Istana Merdeka untuk bertemu dengan Presiden.

Padahal, dalam agenda resmi tidak ada jadwal pertemuan Presiden dengan Erick.

Hanya ada pertemuan Presiden dengan PBNU.

Mensesneg Pratikno menepis perombakan kabinet dihubungkan dengan kedatangan sejumlah tokoh ke Istana Presiden selama pekan ini.

Kemarin, selain Erick Tohir, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir, serta Ketua Umum Partai Hanura Wiranto tampak datang ke Istana.

"Pak Rizal, Pak Menko (Darmin) itu di sini rapat KEIN, dengan Pak Sutrisno Bachir, tidak ada hubungan dengan reshuffle. Erick Thohir bicara Asian Games," ujar Pratikno di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, rapat itu selain dihadiri peng-urus KEIN, juga diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.

Mensesneg menjadi tuan rumah rapat untuk memfasilitasi kegiatan KEIN.

"Hal-hal yang jadi prioritas untuk KEIN ke depan. Jadi dua menko sampaikan beberapa saran," paparnya.

Mengenai pertemuan Presiden dengan Erick Thohir, Seskab Pramono Anung mengatakan keduanya berdiskusi secara tertutup.

"Ya, diskusi panjang dengan Presiden. Tadi sambil makan siang," ujarnya tanpa memerinci isi pertemuan itu.

Seusai pertemuan, Erick memilih menghindari awak media tanpa bicara apa pun.

Setali tiga uang, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP mengatakan ada tidaknya reshuffle kabinet merupakan domain Presiden.

"Apakah ada atau tidak, tentu domain Presiden. Kunjungan kerja ke Jawa Timur bukannya batal, melainkan tidak jadi karena hari ini Presiden ada acara internal. Acara di Surabaya diserahkan ke salah satu menteri," jelasnya.

Menteri Rizal Ramli mengatakan roda kabinet seharusnya berada dalam satu komando.

Pemerintahan akan stabil jika semua anggota kabinet satu garis dengan presiden serta memiliki integritas dan kepemimpinan.

"Di setiap negara atau organisasi, tidak boleh ada dua matahari,"ujarnya.

(Pol/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya