Panitia Muktamar Terbentuk

Ind/Kim/P-3
01/4/2016 07:01
Panitia Muktamar Terbentuk
(MI/Ramdani)

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Bandung tahun 2011 memastikan Muktamar VIII akan digelar pada 8-11 April di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Muktamar itu mengusung tema Satu PPP untuk Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berkepribadian.

"Muktamar islah akan dihadiri seluruh pihak yang selama ini berbeda pendapat, tetapi sama-sama berada dalam kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar VII Bandung," kata Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Emron Pangkapi dalam konferensi pers yang dihadiri para tokoh senior seperti Bachtiar Chamsyah, Aisyah Amini, Zain Badjeber, dan Zarkasih Nur, di Jakarta, Kamis (31/3).

Menurut Emron, susunan kepanitian muktamar sudah terbentuk dengan mengacu pada prinsip rekonsiliatif dan berkeadilan.

Komposisi kepanitian, Ketua Steering Committee (SC) Suharso Monoarfa, Wakil Ketua Zainut Tauhid, Sekretaris SC Arwani Thomafi, Wakil Sekretaris SC Fernita Darwis, sedangkan Organizaning Committee (OC) Ermalena Muslim dan Wakil Ketua OC Ahmad Farial.

Muktamar islah PPP, ujar Emron, akan dihadiri 1.641 peserta dari pengurus dewan pimpinan pusat, dewan pimpinan wilayah, dan dewan pimpinan cabang.

Sementara itu, kubu Djan Faridz menolak untuk menghadiri muktamar islah tersebut.

Wakil Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, menyebutkan penolakan itu tecermin dari pernyataan politik dan rekomendasi Musyawarah Kerja Nasional II PPP di Jakarta pada 28-30 Maret lalu.

Mukernas itu diklaim dihadiri oleh 34 DPW PPP se-Indonesia sehingga keputusannya sah berdasarkan AD/ART PPP.

"Menolak muktamar islah karena kegiatan itu melawan hukum dan bertentangan dengan putusan kasasi Mahkamah Agung," tandas Humphrey.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya