Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM menyikapi perkembangan dunia yang makin resah karena banyaknya serangan teroris dan kekerasan atas nama agama, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menginisiasi konferensi internasional ulama muslim dari 40 negara.
Konferensi itu digelar untuk mencari jalan keluar atas problem yang dihadapi dunia, khususnya yang berkaitan dengan peran Islam.
"Radikalisme dan terorisme semakin menguat yang dilihat dari adanya serangan bom Brussel (Belgia), adanya bom di Ankara (Turki), di Lahore (Pakistan), dan berbagai kekerasan-kekerasan yang lain," tutur Ketua Majelis Syuriah (Rais Aam) PB NU Ma'ruf Amin seusai diterima Presiden Joko Widodo, kemarin, di Istana Merdeka, Jakarta.
Oleh karena itu, lanjut Ma'ruf, para pemimpin Islam moderat harus bersatu untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.
Ma'ruf menambahkan, peperangan yang berkecamuk di negara-negara Islam, mulai dari Afrika Utara hingga Timur Tengah, tak lepas dari adanya masalah dalam Islam.
Menurut dia, hal itu tidak perlu ditutupi dan karena itu harus dihadapi dengan membuat solusi bersama di antara ulama-ulama muslim di dunia.
"Islam moderat harus bersatu untuk menyamakan persepsi karena radikalisme dan terorisme semakin menguat," jelasnya.
Ulama-ulama muslim dari sejumlah negara diundang hadir untuk membicarakan sejumlah hal, mulai dari persoalan teologi hingga ekonomi dalam konferensi bertajuk konferensi bertajuk International Summit of The Moderate Islamic Leader yang akan digelar pada 8-11 Mei mendatang di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
Menurut rencana, konferensi itu akan dibuka oleh Presiden.
Harapannya, pandangan moderat bisa ditularkan dan dikembangkan sehingga bisa menghapus stigma atas Islam di dunia internasional.
"Karena itu, kita mengundang mereka (ulama-ulama moderat) untuk mendiskusikan beberapa persoalan," kata Ma'ruf.
Selain Ma'ruf, turut hadir pengurus lainnya, seperti Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Mochammad Maksum Machfoedz, Helmy Faishal Zaini, Bina Suhendra, Imam Azis, Hasib Wahab, H Yaqut Staquf, dan Anggia Ermarini.
Toleran dan moderat
Sementara itu, Said Aqil mengatakan pertemuan itu juga membicarakan dukungan NU kepada pemerintah, khususnya dalam hal menciptakan kestabilan keamanan dari gangguan teror.
Said memastikan para nahdliyin memegang prinsip Islam Nusantara yang toleran dan moderat sehingga mampu menciptakan stabilitas dan perdamaian.
"Semuanya memegang prinsip Islam toleran dan moderat. Saya jamin tidak ada santri NU dan pelajar NU yang terprovokasi atau simpati pada gerakan teror," cetus Said.
Said mengungkapkan Presiden percaya terhadap NU, dari pimpinan pusat hingga pimpinan terbawah yang semuanya antiradikalisme dan terorisme, serta memegang prinsip Islam yang toleran dan moderat.
Selain itu, kata Said, Presiden Jokowi meminta PBNU untuk terlibat bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dalam deradikalisasi terhadap WNI yang pernah ikut IS.
Said memperkirakan sedikitnya ada sekitar 600 WNI yang pulang dari Suriah kembali ke kampung masing-masing di Indonesia.
Said mengatakan pelaksanaan deradikalisasi tersebut tidak dilakukan di satu tempat, tapi dilakukan di setiap daerah-daerah yang sesuai data domisili alumni ISIS.
"Kami akan mmberikan pencerahan, bimbingan. Kan mereka banyak sekali yang salah paham dan pahamnya salah," katanya.
(P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved