Konfrensi Islam Moderat Diharapkan Berikan Solusi

Rudy Polycarpus
31/3/2016 18:03
Konfrensi Islam Moderat Diharapkan Berikan Solusi
(MI/PANCA SYURKANI)

MENYIKAPI perkembangan dunia yang makin resah karena banyaknya serangan teroris dan kekerasan atas nama agama, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) menginisiasi konferensi internasional ulama muslim dari 40 negara.

Konferensi itu digelar untuk mencari jalan keluar atas problem yang dihadapi dunia, khususnya yang berkaitan dengan peran Islam. Kemarin, di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden menerima PB NU yang melaporkan perkembangan kegiatan tersebut.

"Acara ini untuk menyamakan persepsi karena radikalisme dan terorisme semakin menguat dilihat dari adanya serangan bom dan kekerasan-kekerasan yang lain akhir-akhir ini. Oleh karena itu, para pemimpin Islam moderat harus bersatu untuk melakukan langkah-langkah antisipasi," jelas Rais Aam NU Ma'ruf Amin seusai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/3).

Ma'ruf menambahkan, peperangan yang berkecamuk di negara-negara Islam, mulai dari Afrika Utara hingga Timur Tengah, tak lepas dari adanya masalah dalam Islam. Menurut dia, hal itu tidak perlu ditutupi dan karena itu harus dihadapi dengan membuat solusi bersama di antara ulama-ulama Muslim di dunia.

Menurut dia, hal itu harus dihadapi dengan membuat solusi bersama di antara ulama-ulama Muslim di dunia. "Islam moderat harus bersatu untuk menyamakan persepsi karena radikalisme dan terorisme semakin menguat," tandasnya.

Ulama-ulama Muslim dari sejumlah negara diundang hadir untuk membicarakan sejumlah hal, mulai dari persoalan teologi hingga ekonomi dalam konfrensi bertajuk konferensi bertajuk "International Summit of The Moderate Islamic Leader" akan digelar pada 8-11 Mei mendatang di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Menurut rencana, konferensi itu akan dibuka oleh Presiden.

Menurutnya, pandangan Islam moderat akan diperbincangkan dan dipertukarkan dalam konferensi tersebut. Harapannya pandangan moderat bisa ditularkan dan dikembangkan sehingga bisa menghapus stigma buruk soal Islam di dunia internasional. "Karena itu kita mengundang mereja (ulama-ulama moderat) untuk mendiskusikan beberapa persoalan," tandas Ma'ruf. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya