BNN Bongkar Tiga Sindikat Narkoba Jaringan LP

Akmal Fauzi
28/3/2016 16:22
BNN Bongkar Tiga Sindikat Narkoba Jaringan LP
(ANTARA/Rosa Panggabean)

BADAN Narkotika Nasional (BNN) kembali membongkar tiga sindikat narkoba yang dikendalilan di dalam lembaga pemasyarakatan (LP). Pengungkapan itu menyiratkan hampir semua lini di LP terlibat narkoba.

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso mengatakan, dari pengungkapan itu terbukti, bukan hanya warga binaan di dalam LP saja yang terlibat dalam jaringan tersebut. Melainkan hampir semua lini yang ada di LP terlibat.

"Kasus ini membuktikan berapa kuatnya jaringan mereka. Bukan hanya warga binaan, tapi dilakukan oleh okunum sipir dan dokter yang bertugas di LP," katanya, Senin (28/3).

Buwas begitu Budi disapa menjelaskan, kasus pertama yang diungkap BNN pada 14 Maret 2016 lalu, saat petugas BNN menangkap tersangka MS yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 98 gram di kantong kresek hitam.

Pengakuan MS, dirinya merupama seorang sipir di sebuah LP di Jawa Timur. MS mengaku diperintahkan oleh warga binaan berinisial MUH dan BAK untuk mengambil sabu yang telah dipesannya. BNN pun saat ini tengah melakukan pengembangan untuk menangkap dua pengedali itu

"Lihat saja itu seorang petugas LP bisa diperintahkan oleh napi. Dia dijadikan perpanjangtangan napi itu. Ini membuktikan jaringan di LP begitu kuat," jelasnya.

Buwas melanjutkan, kasus lainnya yang dikendalikan seorang warga binaan di LP yakni petugas BNN menangkap BW di sebuah gerbong kereta karena kedapatan membawa 306 gram sabu.

"Dari pengakuannya, BW juga diperintah seorang napi berinisial BSN yang kini berada di sebuah Iapas di Jawa tengah, BSN kita amankan untuk pengembangan," katanya.

Jaringan lainnya yang diungkap BNN yakni saat petugas menangkap seorang pria paruh baya asal Pakal, Surabaya berinisial TKN, 56, diringkus saat tengah transaksi sabu seberat 48 gram. Lagi-lagi ia mendapat perintah dari napi di sebuah LP di Jawa Timur berinisial AS.

"Dengan terbongkarnya jaringan ini, membuktikan bahwa narkoba dibalik jeruji besi masih marak, terlebih sipir dan juga dokter LP ikut terlibat," jelasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya