Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ELEKTABILITAS kandidat bakal calon Gubernur DKI Jakarta, yang juga petahana, Jakarta Basuki Tjahaja Purnama jauh mengungguli nama-nama lain.
Fakta itulah yang membuat Partai Hati Nurani Rakyat dan Partai NasDem memutuskan mendukung Ahok, meski yang bersangkutan berniat maju lewat jalur perseorangan.
Elektabilitas yang tinggi itu menunjukkan masyarakat masih menginginkan Ahok untuk kembali menjabat ketimbang memilih kandidat lainnya.
Untuk itulah, beberapa partai politik lain tengah menyusun kekuatan dan terus berkonsolidasi mencari penantang Ahok.
"Kita berkumpul dengan PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, De-mokrat, dan PPP. Itu yang intensif," kata Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo seperti dikutip Metrotvnews.com, kemarin.
Syakir menuturkan pertemuan itu berlangsung setiap Jumat dan di berbagai tempat berbeda.
Pertemuan itu telah digelar sebanyak tiga kali.
"Biasanya hari Jumat. Jumat yang kemarin karena libur, ditunda. Pertemuan pekan ini, kita komunikasikan lagi," ungkap dia.
Syakir mengatakan pertemuan itu untuk membahas kemungkinan berkoalisi dan menentukan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung.
Namun, hingga saat ini, belum pada tahap mencapai kesepakatan.
"Inginnya kami bisa kolaborasi. PKS, Gerindra, PPP, Golkar, PDI Perjuangan, dan Demokrat. Cakep banget dah. Kita fair, kita pengen Jakarta yang terbaik," kata dia.
Sejumlah kandidat yang menyatakan siap maju untuk pilkada DKI tahun depan ialah mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, pengusaha Sandiaga Uno, mantan Menpora Adhyaksa Dault, serta musisi Ahmad Dhani.
Lembaga survei Kedai KOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) merilis hasil survei mengenai Pilkada DKI 2017, akhir Februari lalu. Ahok memperoleh tingkat popularitas tertinggi 98,5% dan tingkat elektabilitas tertinggi 43,5%.
Tingkat elektabilitas tertinggi kedua setelah Ahok ialah Ridwan Kamil, diikuti Hidayat Nur Wahid, Tri Rismaharini, dan Yusril.
Namun, Ridwan Kamil, Risma, dan Hidayat menegaskan tidak tertarik maju.
Belum putuskan
Sementara itu, Partai Amanat Na-sional menegaskan belum memutuskan siapa yang akan diusung dalam pilkada DKI.
Namun, PAN pasti akan mngikuti kehendak rakyat DKI.
Selain Ahok, Yusril dan Sandiaga masuk radar PAN.
"Nanti akhir April kita akan adakan survei. Artinya, Mei kita sudah bisa tahu siapa yang diinginkan rakyat DKI, dan itulah yang akan kita putuskan kita dukung untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada DKI 2017. Tentu dengan memperhitungkan keterwakilan PAN di dalamnya," ungkap Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, di acara Rapimnas PAN 2016, di Jakarta, kemarin.
Hal senada disampaikan Partai Demokrat.
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsudin menyatakan proses penjaringan cagub DKI baru akan dimulai setelah majelis tinggi bersidang.
Sementara itu, nama yang akan direkomendasikan sebagai cagub Demokrat akan diputuskan pada September mendatang.
"Semua calon yang potensial terbuka peluangnya, akan dilihat dalam proses penjaringan sesuai mekanisme yang berlaku dengan tolok ukur yang jelas. Namun, Majelis Tinggi Partai Demokrat hingga saat ini belum bersidang," kata Amir.
(P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved