Insiden KM Kway Fey Bukan Masalah Pertahanan Nasional

Rudy Polycarpus
22/3/2016 18:43
Insiden KM Kway Fey Bukan Masalah Pertahanan Nasional
(ANTARA/Sigid Kurniawan)

TNI AL menilai insiden intervensi kapal penjaga pantai Tiongkok atas upaya penangkapan KM Kway Fey 10078 oleh Kapal Pengawas Hiu 11 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan di Laut Tiongkok Selatan tidak terkait konflik pertahanan.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan insiden tersebut masuk kategori konflik perikanan. "Ini kan masalah perikanan, sehingga yang hadapi sekarang adalah konflik melalui perikanan dulu. Masih ada positioning berbeda. Itu diselesaikan melalui diplomasi nanti oleh Kemenlu," ujar Ade di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (22/3).

Peran TNI AL, jelas Ade, adalah mengamati eskalasi ketegangan antara Indonesia dan Tiongkok pasca insiden tersebut. Selain itu, TNI AL akan mengintensifkan patroli agar tidak ada kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia.

Jumlah armada yang selalu siaga di perairan Natuna berjumlah lima kapal patroli. TNI AL belum berencana menambah jumlah kapal patroli. "Itu yang menentukan Panglima TNI, tergantung dari situasinya," pungkasnya.

KM Kway Fey 10078 melakukan pencurian ikan di ZEEI dengan alat tangkap pukat harimau (trawl) yang merusak. Kejahatan perikanan tersebut menjadi dasar bagi kapal patroli pengawasan KKP melakukan penangkapan.

Pemerintah Indonesia mengajukan protes terhadap pelanggaran atas hak berdaulat atau yurisdiksi Indonesia di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan Landas Kontinen Indonesia. Kedua, pelanggaran terhadap upaya penegakan hukum oleh aparat Indonesia di wilayah ZEE dan Landas Kontinen Indonesia. Pelanggaran ketiga adalah terhadap kedaulatan laut teritorial Indonesia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya