BNN Ajukan Assesment untuk Tes Narkoba Calon Kepala Daerah

Akmal Fauzi
17/3/2016 20:59
BNN Ajukan Assesment untuk Tes Narkoba Calon Kepala Daerah
(MI/Galih Pradipta)

KEPALA Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk bisa terlibat dalam tes kesehatan pencalonan kepala daerah di Pilkada mendatang.

"Kemarin sudah kami bangun komunikas. Ke depan bukan hanya rumah sakit, BNN dilibatkan kontrol, kita punya labarotorium. Dan hasil yang keluar nanti BNN bertanggungjawab," ujarnya di gedung BNN, Cawang Jakarta Timur, Kamis (17/3).

Buwas, begitu Budi, disapa mengatakan tes kesehatan untuk mengetahui keterlibatan para calon kepala daerah terlibat narkoba atau tidak, menurutnya bisa dilakukan hanya dengan tes urine dan darah.

Berkaca dari kasus Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiadi, Buwas menilai adanya manipulasi dari hasil tes yang dilakukan. Apalagi, kata Buwas, hasil laboratorium di BNN menunjukan Nofiadi positif narkoba dari pengecekan urine, darah, dan rambut.

"Tes itu menunjukan dia (Nofiadi) adalah pengguna (narkoba) sejak lama. Tes rambutnya menunjukan itu. Jika prosesnya benar, pasti ketahuan hasilnya, kalau toh dinyatakan benar tapi jangan ditutupi seperti itu," katanya.

Di sisi lain, Kepala Balai Laboratorium BNN Kuswardani mengatakan, pada umumnya untuk mengetahui apakah seorang terlibat narkoba atau tidak cukup dengan tes urine "Tes urine saja sudah cukup kok, karena itu sudah paling akurat. Darah dan rambut untuk bagaimana mengetahui sejauh mana dan berapa lama dia menggunakan narkoba," jelasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya