Lagi, Kapal Asing Ditangkap di Perairan Indonesia

Andhika Prasetyo
16/3/2016 16:59
Lagi, Kapal Asing Ditangkap di Perairan Indonesia
(AFP)

SELANG sehari setelah menenggelamkan kapal ikan MV Viking, Selasa (15/3), pemerintah kembali menangkap tiga kapal asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia secara ilegal.

"Kami mendapat laporan dari Kapolri yang juga mendapat laporan dari Kapolda Aceh bahwa polisi perairan setempat menangkap tiga kapal berbendera Malaysia," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Rabu (16/3).

Kapal-kapal asing itu dianggap telah memasuki perbatasan tanpa izin dan tidak memiliki dokumen lengkap. Kendati berbendera Malaysia, Susi mengatakan, tidak ada satu pun warga negara Negeri Jiran yang berada di dalam kapal tersebut.

"Kapten dan anak buah kapal (ABK) berasal dari Thailand dan Myanmar," lanjut Susi.

Kapal pertama yang ditangkap, yakni kapal motor (KM) PKFB 1035 membawa tiga ABK dari Thailand. KM KHF 1959, kapal kedua, juga ditumpangi warga Negeri Gajah Putih dan tiga ABK asal Myanmar. Adapun kapal ketiga, KM PKFB 669, membawa 4 ABK Thailand.

"Ketiga kapal itu semua dinahkodai warga negara Thailand. Seluruhnya kita tahan untuk dimintai keterangan. Namun ABK tidak, mereka dalam proses deportasi," ucap Susi.

Ketika ditangkap, kapal dalam kondisi tanpa muatan. Hanya kapten kapal beserta ABK dan alat tangkap berupa pukat ikan. Kini, ketiga kapal yang masing-masing dapat memuat 2 ton ikan itu tengah dibawa ke Pelabuhan Langsa, Aceh. "Rencananya, sebelum akhir pekan ini, ketiga kapal itu akan ditenggelamkan," tutur Susi.

Terkait kapal MV Viking yang ditenggelamkan Susi mengatakan proses penyelidikan terhadap pemilik masih dilakukan. "Ini rumit, karena beberapa perusahaan di dunia juga terlibat bisnis dengan kapal tersebut, baik sebagai penyedia logistik ataupun pembeli hasil tangkapan," paparnya.

Berdasarkan laporan dari pihak internasional, setidaknya masih terdapat 20 kapal MV Viking serupa di laut lepas yang belum ditangkap. "Mereka tidak punya identitas. Stateless state. Mereka membawa lebih dari 30 bendera negara-negara dunia untuk mengelabui," imbuhnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya