Calon Independen Punya Pendukung Riil

Akhmad Safuan
14/3/2016 10:00
Calon Independen Punya Pendukung Riil
(Sumber: Dokumentasi MI)

PARA kepala daerah yang bertarung dalam pilkada melalui jalur independen sejatinya memiliki pendukung riil.

Basis massa calon independen yang tidak dihela oleh gerbong partai politik itu memungkinkan mereka leluasa berkiprah jika kelak terpilih.

Mereka tidak khawatir direcoki oleh praktik balas budi selain semata-mata mengabdi kepada rakyat di daerahnya.

Demikian benang merah yang bisa dipetik di balik kisah sukses para bupati di sejumlah daerah yang memenangi kontestasi dalam pilkada dengan meniti jalur independen.

Pasangan Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto yang maju dari jalur independen memborong 70% suara dalam Pilkada Kabupaten Rembang, Jateng, pada 9 Desember 2015.

Ketua Tim Pemenangan Bupati Rembang terpilih, Sugeng Ibrahim, mengakui pertimbangan memilih jalur independen karena Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto hanya didukung Partai NasDem yang memiliki tiga kursi di DPRD dan PPP yang terbelah dalam dua kepengurusan.

"Jika maju lewat parpol pasti gagal. Dengan jalur independen, kami mendulang suara riil karena mengumpulkan sendiri KTP dari pendukung," kata Sugeng yang juga Ketua DPD Partai NasDem Rembang, kemarin.

Bupati Rembang periode 2015-2020, Abdul Hafidz, menambahkan bukti dukungan riil itu tampak dari banyaknya warga yang sukarela menyerahkan KTP langsung kepada dirinya dan tim pemenangan.

"Kami berkeliling 18 jam sehari. Jika perlu, saya tidur di rumah warga, tidak saja saat kampanye, tetapi kapan saja," ujar Abdul Hafidz.

Dalam Pilkada Kabupaten Rembang 2015, Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto mengantongi 237.963 suara atau unggul 35.270 suara dari Hamzah Fatoni-Ridwan dan 74.133 suara dari Sunarto-Kuntum Khairu Basa.

Hubungan harmonis

Sebelumnya, ada pasangan Muda Mahendrawan-Andreas Muhrotein berkompetisi dalam Pilkada Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada 2008.

Muda-Muhrotein memilih jalur independen karena mereka ingin memimpin daerah tanpa terbebani keharusan balas budi.

Perjuangan mereka mewujudkan visi, misi, dan janji kampanye pun lebih terfokus mengingat dukungan rakyat yang riil adanya.

"Kami menggalang dukungan masyarakat melalui pengumpulan KTP. Kami kepala daerah pertama dari jalur independen di Kalimantan. Walaupun demikian, hubungan kami dengan DPRD harmonis karena kami membangun komunikasi politik yang baik," ungkap Muda.

Pasangan independen itu memenangi Pilkada 2008 dalam dua putaran dengan mengalahkan pasangan yang digadang PDIP, yakni Sujiwo-Raja Sapta Oktohari.

Pasangan Bupati-Wakil Bupati Sabu Raijua, NTT, Marthen Dira Tome-Nikodemus Rihi Heke, berhasil mengumpulkan 37.000 lembar KTP dari 52.000 pemilih.

Mereka pun memenangi Pilkada Kabupaten Sabu Raijua pada 2015 melalui jalur independen dengan raihan suara 23.912 atau 59,26% dari suara sah.

"Kami maju karena dukungan rakyat. Kalau rakyat sudah mendukung, ikuti saja. Suara rakyat suara Tuhan," tutur Marten di Kupang, kemarin.

Marten menyarankan partai politik ringan hati mendukung calon kepala daerah dari jalur independen seperti dilakukan Partai NasDem dengan mendukung Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Dukungan terhadap calon independen itu lebih riil."

(AR/PO/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya