Ical Jamin Munas Golkar Tetap Terlaksana

MI
10/3/2016 09:15
Ical Jamin Munas Golkar Tetap Terlaksana
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

TERBITNYA putusan berkekuatan hukum menggoda Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie, untuk meminta pengesahan kepengurusannya melalui SK Menkum dan HAM. Ia berjanji akan mengakomodasi kubu Munas Ancol.

Aburizal juga menjamin Munas Partai Golkar akan tetap berjalan. Hal itu terungkap dalam pertemuan Ical, sapaan Aburizal, dengan Wakil Ketua Partai Golkar hasil Munas Ancol Priyo Budi Santoso, di Bakrie Tower, kompleks Rasuna Epicentrum, Jakarta, Selasa (8/3).

Dalam pertemuan empat mata itu, menurut Priyo, arahnya tetap rekonsiliasi. "Kalau arahnya tahapan rekonsiliasi, saya kira wajar Munas Bali di-SK-kan Menkum dan HAM. Saya tidak keberatan. Jadinya nanti Munas Bali yang disempurnakan karena akan mengajak juga personel inti (hasil Munas) Ancol bergabung," ungkap Priyo.

Celah bagi kubu Ical untuk memundurkan jadwal munas terbuka setelah Mahkamah Agung (MA), pada akhir Februari lalu, menolak pengajuan kasasi Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono.

Namun, Ketua Mahkamah Partai Golkar hasil Munas Riau, Muladi, menyatakan munas bisa tetap dilakukan paling telat Mei. Ia mengingatkan, secara politis, kubu Munas Bali punya hak memimpin. Namun, semangat rekonsiliasi mesti hidup dengan merangkul kubu Agung.

Kepemimpinan kubu yang disahkan putusan hukum tertinggi sudah jadi salah satu isi peta jalan damai Partai Golkar yang disepakati Ical dan Agung Laksono, yang disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Desember lalu. Menurut Muladi, itu jadi catatan tersendiri dari Ical dengan tulisan tangan.

"Isi rencana yang sudah disusun bersama harus jalan terus. Agung Laksono kan waketum di sana (kepengurusan Riau). Itu saja jalankan. Apakah waktunya mundur? Tapi sebelum (masa kepengurusan Riau selama) enam bulan itu selesai," ungkap Muladi.

Pada bagian lain, salah satu ormas pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), menegaskan muktamar islah partai berlambang Kabah itu tetap harus dilaksanakan pada April mendatang, sesuai dengan keputusan mukernas Februari lalu. Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Pusat Parmusi Usamah Hisyam, kemarin (Rabu, 9/3). Muktamar satu-satunya jalan agar PPP bersatu.

"Kalau semua ingin jalan sendiri-sendiri, tidak akan pernah terjadi kesepakatan," Hisyam menegaskan. Ia pun meminta pihak yang menolak muktamar untuk memikirkan kelanjutan partai.

Saat menanggapi imbauan itu, Sekjen PPP Muktamar Jakarta Dimyati Natakusumah menegaskan pihaknya berpegang pada putusan MA yang memenangkan pihaknya. Menurutnya, muktamar islah sudah dilakukan PPP Jakarta.

Sebaliknya, Sekjen PPP Muktamar Bandung Romahurmuziy mengaku akan menindaklanjuti kesepakatan dengan bertemu Djan Faridz pada pekan ini.(Kim/Nyu/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya