SDA Bentuk Tim Majelis Islah

Putra Ananda
02/3/2016 19:40
SDA Bentuk Tim Majelis Islah
(ANTARA/Rosa Panggabean)

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil muktamar Bandung Suryadharma Ali (SDA) langsung membentuk Majelis Islah tidak lama setelah Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) mengembalikan PPP pada kepengurusan Bandung. Pembentukan Majelis Islah tersebut dimaksudkan untuk menyelesaikan konflik internal PPP yang belum kunjung berkesudahan.

Wakil Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Epyardi Asda mengungkapkan tim ini dibentuk langsung SDA ketika berada di Rumah Tahanan Guntur, Jakarta. Saat itu Epyardi yang bermaksud menjenguk mendapatkan kepercayaan langsung dari SDA untuk menyampaikan kabar pembentukan Majelis Islah ini ke kubu PPP hasil Muktamar Surabaya pimpinan Romahurmuziy atau Romi.

"Berdasarkan keputusan Pak Suryadharma Ali selaku Ketua Umum, maka beliau sudah mengeluarkan surat keputusan dibentuknya Majelis Islah," jelas Epyardi saat melakukan jumpa media di kantor DPP PPP jakarta, Rabu (2/3).

Majelis Islah langsung diketuai SDA dan sejatinya terdiri dari 15 anggota. Masing-masing kepengurusan hasil muktamar yaitu Bandung, Jakarta, dan Surabaya mempunyai hak untuk menempatkan 5 anggotanya masuk sebagai tim Majelis Islah.

Namun, dikatakan oleh Epyardi kubu hasil Muktamar Surabaya hinggi kini belum mengusulkan satu nama pun. Padahal SDA telah mengirimkan surat ke Kubu Romi sebanyak 2 kali. Akibatnya anggota dari Majelis Islah saat ini hanyalah dari hasil Muktamar Jakarta serta Bandung saja.

"Kami sudah berikan surat tertanggal 25 Februari dan 29 Februari tapi tidak ada tanggapan dari Rommy, jadi saat ini hanya ada kubu Jakarta dan Bandung saja," kata Epyardi.

Adapun, nama-nama yang tergabung dalam Majelis Islah antara lain Epyardi Asda, Humphrey R. Djemat, Nukman Abdul Hakim, Wardatul Asriah, Fernita Darwis, Habil Marati, Djafar Alkatiri, Syahrial Agamas, Ratieh Sanggarwaty, dan Wafi Maemoen Zubaer. Epyardi mengatakan pihaknya masih terus mencoba melakukan komunikasi dengan pihak Muktamar Surabaya agar segera bisa mengirimkan nama-nama kadernya untuk bisa bergabung dalam tim Majelis Islah.

"Mungkin saja Kubu Surabaya masih mempertimbangkan. Kami akan terus mencoba melakukan komunikasi agar mereka bisa segera mengirimkan nama-namanya," tuturnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya