Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TERUS bermunculannya calon Ketua Umum Partai Golkar dipandang baik bagi demokrasi partai. Terlebih, sosok yang muncul adalah yang muda, mumpuni, dan mampu merangkul senior dan akar rumput.
Hal itu dikatakan Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar hasil Munas Riau Mahadi Sinambela, di acara deklarasi Airlangga Hartarto sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (1/3).
Dengan banyaknya calon, kata dia, maka peluang terjadinya pemilihan demokratis akan makin terbuka lebar. Itu mengambil pengalaman Munas Partai Golkar di Bali, 2014, yang di tahap akhir hanya menyisakan satu orang caketum, yakni Aburizal Bakrie.
Alhasil, pengelolaan partai yang dihasilkan proses yang kurang demokratis pun tak banyak melibatkan kader. Akibatnya, raihan kursi kepala daerah Partai Golkar di pilkada serentak 2015 hanya di urutan sembilan dari 11 partai. Baginya, ini akibat manajemen partai yang tak demokratis. Lantaran itu, perlu ada pembaruan sosok pimpinan.
"Dari pengamatan kami, Airlangga itu satu diantara yang bersih-bersih, bisa membawa misi partai ke depan. Karena partai butuh usaha berkesinambungan kepada grass root dan senior partai," ucap Mahadi.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Riau Agung Laksono meminta kepada para calon ketua umum untuk menyuarakan munas bernuansa rekonsiliasi, pelaksanaan demokratis, dari mulai proses sampai hari-H, berkeadilan, serta bersih dari politik uang.
"Saya harapkan ini momentum regenerasi yang lebih baik. Bukan cuma muda, tapi juga dnegan kompetensi yang mumpuni, mampu menjawab tantangan ke depan, dan dalam waktu singkat, terutama menghadapi pilkada 2017 dan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019," imbuh dia.
Meski demikian, Agung enggan menyatakan secara jelas soal kepada calon ketua umum yang mana ia menyalurkan dukungannya. Bagi dia, itu dilakukan demi membuat para caketum leluasa berkomunikasi ke daerah-daerah tanpa terbebani dukungan.
"Nanti pada waktunya, jangan sekarang. Biar mereka berinteraksi dulu dengan konstituennya, dengan pemilih-pemilihnya, supaya saya juga tidak memengaruhi nanti. Biarlah mereka bergerak dulu," kilah dia. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved