Anggota TNI Terlibat Narkoba, Komandan Kena Pecat

Golda Eksa
01/3/2016 16:23
Anggota TNI Terlibat Narkoba, Komandan Kena Pecat
(Mi/Arya Manggala)

PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi waktu tiga bulan kepada seluruh panglima komando utama (Pangkotama) dan pimpinan kesatuan untuk segera melakukan pembersihan internal terkait indikasi penyalahgunaan narkoba.

Apabila hingga batas watu yang ditentukan masih ditemukan kasus narkoba yang melibatkan anggota TNI, atasan yang berwenang di kesatuan tersebut akan diberi sanksi berat hingga pemecatan. "Setelah Juni tetap ada narkoba, komandannya saya pecat," ujar Gatot, Selasa (1/3).

Upaya bersih-bersih tersebut merujuk pengungkapan kasus narkoba di Kompleks Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Menurut Gatot, pemberian sanksi tetap ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku, seperti sidang disiplin dan kode etik, serta pengadilan.

Pemberian hukuman itu tidak hanya berlaku bagi unsur pimpinan kesatuan saja. Prajurit yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba pun akan ditindak dengan penerbitan surat pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). "Kalau sudah kena narkoba lebih baik dipecat sehingga benar-benar bersih," terang Gatot.

Panglima TNI tidak menampik anggapan yang menyebut realisasi pemberantasan narkoba akan menemui jalan terjal apabila ternyata ada keterlibatan aparat penegak hukum. Ia pun berharap kasus nakoba tidak terjadi lagi setelah TNI melakukan upaya bersih-bersih internal.

"Saya sadar aparat (terlibat narkoba) sulit diungkap. Makanya saya mau bersihkan sendiri. Kalau rekan-rekan wartawan tahu ada TNI terindikasi, kasih tahu pasti kita proses," ujarnya.

Menurutnya, sejak awal 2016 pemerintah telah meningkatkan kesejahteraan personel TNI yang nominalnya jauh berbeda ketimbang tahun sebelumnya. Namun, peningkatan kesejahteraan itu bagi sebagian personel dirasa belum bisa mencukupi semua kebutuhan hidup normal, seperti beban biaya sekolah anak dan sewa kontrakan lantaran terbatasnya jatah rumah dinas.

Lantaran terdesak persoalan ekonomi itu, sambung Gatot, sejumlah personel akhirnya berani menghalalkan bisnis narkoba. "Bisnis narkoba adalah bisnis menggiurkan dan ilegal. Apalagi (bandar) akan bersandar pada pengamanan TNI-Polri sebagai beking," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya