Polemik Steering Committee Kontraproduktif

MI
01/3/2016 08:39
Polemik Steering Committee Kontraproduktif
(ANTARA/Puspa Perwitasari)

MUSYAWARAH Nasional (munas) Partai Golkar harus fokus pada upaya rekonsiliasi. Sekretaris Paguyuban DPD Golkar Provinsi Seluruh Indonesia Ridwan Bae berharap jangan sampai munas tersebut gagal karena polemik yang tidak perlu.

Menurut Ridwan, salah satu pro-kontra yang kini mencuat ialah penolakan terhadap Nurdin Halid dari Kubu Aburizal Bakrie sebagai ketua steering committee (SC) munas. Anggota Komisi V DPR itu menegaskan semua pihak mesti menghormati keputusan rapat harian DPP Golkar.

"Apa salahnya Nurdin? Kenapa ditolak jadi Ketua SC munas? Rapat harian DPP Golkar sudah putuskan dia jadi ketua SC munas. Saya ingatkan kalau ditolak akan jadi masalah besar," kata Ridwan kepada wartawan di Jakarta, kemarin (Senin(29/2).

Ia menambahkan, rapat pleno DPP Golkar mendatang tinggal ketok palu untuk mengesahkan keputusan rapat harian. "Keputusan rapat harian 23 Februari lalu sudah cukup adil dan bijaksana karena mengakomodasi kedua kubu yang bertikai," tukasnya.

Ketua DPD Golkar Provinsi Lampung Alzier Dhianis Thabranie menambahkan, tidak perlu menolak Nurdin sebagai ketua SC munas karena itu bentuk rekonsiliasi dua kubu yang bertikai. Menurut dia, persoalan baru akan timbul kalau Nurdin ditolak. "Karena dia (Nurdin) juga punya hak untuk menolak. DPD Golkar Provinsi Lampung mendukung Nurdin menjadi Ketua SC," imbuh Thabranie.

Wakil Ketua Umum Golkar Hasil Munas Riau, Agung Laksono mengatakan, pro-kontra merupakan hal biasa. Hal-hal yang dicapai dalam rapat pengurus harian, kata Agung, akan jadi bahan pengambilan keputusan dalam rapat pleno DPP.

"Saya berharap kita jangan bertengkar lagi gara-gara kepanitiaan munas. Sudah cukup kita berselisih," ujar Agung yang sebelumnya merupakan Ketua Umum Golkar Munas Jakarta.

Ketua DPD I Jawa Timur Zainudin Amali yang diproyeksikan sebagai ketua <>organizing committee (OC) munas mengatakan pengurus DPP pasti akan mempertimbangkan semua masukan.

"Bukan penolakan. Ini kan lebih banyak masukan dari sejumlah kader agar pelaksanaan munas yang akan datang menjadi lebih demokratis dan berkeadilan," kata Amali dari Kubu Agung Laksono.

Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla berharap munas pada April nanti berjalan baik. Ia tak memusingkan siapa ketua SC munas.(Ind/Nov/OL/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya