4 Kandidat Berebut Suara Kosgoro 1957

Uta/P-2
28/2/2016 07:45
4 Kandidat Berebut Suara Kosgoro 1957
(MI/Ramdani)

PERPECAHAN yang ada di internal ormas Kosgoro 1957 telah berakhir dengan adanya laporan Kementerian Dalam Negeri yang mengakui Kosgoro pimpinan Agung Laksono.

Dengan berakhirnya dualisme kepengurusan Kosgoro, suara sah Kosgoro dalam Musyawarah Nasional Golkar mendatang akan menjadi jelas.

Ada empat kader Kosgoro yang akan maju untuk memperebutkan Ketua Umum Golkar. Mereka ialah Ketua Fraksi Golkar di DPR Setya Novanto, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Airlangga Hartarto yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Barisan Kosgoro 1957, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Menurut Ketua Kosgoro 1957 Agung Laksono, keempat kandidat itu memiliki pan-dangan yang serius untuk memajukan Golkar yang sempat terpuruk karena dilanda konflik kepengurusan.

Ia berharap satu dari kandidat yang diusung Kosgoro 1957 bisa meraih kemenangan lewat munas dengan cara yang demokratis. "Kita berharap dalam munas nanti tidak ada politik uang dan harus dilakukan dengan transparan," ujar Agung.

Keseriusan Golkar untuk menciptakan munas yang bersih dan transparan tidak main-main. Agung bersama Ketua Umum Golkar Abu-rizal Bakrie sepakat untuk menggandeng kepolisian dan KPK untuk mengawasi Munas Golkar. Dirinya memercayai proses munas yang bersih dan transparan bisa melahirkan ketua umum yang dapat membawa Golkar kembali pada era keemasan.

Salah satu calon Ketua Umum Golkar, Idrus Marham, mengungkapkan munas harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran.

Para calon ketua umum lain pun diharapkan mempunyai semangat yang sama. Ia menilai politik uang dalam munas dapat membuat elektabilitas Golkar dalam pemilu menjadi turun.

Tidak hanya itu, ia berharap siapa pun ketua umum yang nantinya terpilih harus memiliki konsep yang jelas dan kematangan politik. "Ketua umum nanti harus memiliki kemampuan yang dapat digunakan untuk bersaing dengan kompetitor-kompetitor politik menghadapi pemilu 2019," jelas Idrus.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya