Pemerintah Deradikalisasi Teroris di Sentul

Cahya Maulana
24/2/2016 19:26
Pemerintah Deradikalisasi Teroris di Sentul
(MI/MOHAMAD IRFAN)

MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menegaskan pemerintah akan mengoptimalkan usaha deradikalisasi para pelaku teroris yang sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sentul. Selain itu pihaknya juga akan memisahkan narapidana teroris dengan narapidana lain untuk mencegah radikalisasi di Lapas.

"Kita bukan akan membuat Lapas khusus teroris, namun kita akan buat blok khusus untuk warga binaan pelaku teroris supaya tidak tercampur dengan orang lain. Sebab ditenggarai bisa mempengaruhi yang lain," terang Yasonna, Rabu (24/2).

Menurutnya, pemerintah melalui kewenangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan akan membuat blok khusus narapidana teroris di beberapa lapas. Blok khusus itu nantinya akan dilengkapi dengan keamanan maksimal seperti CCTV, petugas dari kepolisian, dan pengawasan maksimal.

Sedangkan untuk program deradikalisasi terorisme, sambung Yasonna, pemerintah akan memfokuskan program tersebut di Lapas Sentul. Di sana seluruh narapidana teroris di beberapa lapas secara berkala akan mengikuti program deradikalisasi dan digembleng dengan program deradikalisasi dan penanaman nasionalisme.

"Program deradikalisasi itu untuk melahirkan pemahaman yang holistik, terpadu dengan melibatkan ahli agama, psikolog dan pihak lain. Kenapa ini difokuskan, karena kalau di Lapas tidak ada sumber daya nya pun pernah terjadi yang sudah terderadikalisasi diminta untuk menyadarkan eh malah dia kembali radikal," tukasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya