Gubernur Tolak, Mendagri Tetap Lantik

MI
24/2/2016 07:25
Gubernur Tolak, Mendagri Tetap Lantik
(MI/MOHAMAD IRFAN)

JALAN Surunuddin dan Arsalim untuk menuju kursi Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan akhirnya terwujud meskipun Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam enggan melantik pasangan terpilih itu lantaran alasan status PNS Arsalim.

Namun, karena tidak ingin pemerintahan di Konawe Selatan kosong, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akhirnya melantik pasangan itu. Sekitar pukul 17.00 WIB, Tjahjo resmi melantik keduanya di Kementerian Dalam Negeri. Keduanya dilantik Mendagri di hadapan jajaran Kementerian Dalam Negeri. Pelantikan tidak dihadiri sang gubernur.

Menurut UU 8/2015 tentang Pilkada, kepala daerah dilantik oleh gubernur/wakilnya. Namun, jika keduanya berhalangan, Mendagri bisa melantiknya.

Terkait hal itu, Tjahjo telah membuat surat kepada Presiden Joko Widodo untuk meminta izin melantik kepala daerah Konawe Selatan. Dikabarkan, keengganan Gubernur Sultra untuk melantik Bupati-Wakil Bupati Konawe Selatan lantaran kakaknya kalah dalam pilkada itu.

Jadwal pelantikan kepala daerah Konawe pun tak berjalan mulus. Awalnya diagendakan pagi hari, kemudian dijadwalkan siang hari. Selanjutnya diputuskan sore hari sekitar pukul 17.00. "Akhirnya kita putuskan pukul 17.00 karena saya harus buat surat resmi ke Presiden untuk mengajukan izin untuk melantik Saudara," ungkap Tjahjo dalam sambutan yang diikuti tepuk tangan para hadirin di Gedung Sasana Bhakti, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, kemarin.

Tjahjo berharap Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan dapat langsung bekerja menjalankan roda pemerintahan daerah. Ia pun sempat mengingatkan kepala daerah untuk segera kembali ke daerah. "Jangan berlama-lama di Jakarta," ujarnya.

Bupati Konawe Selatan Surunuddin bersyukur bisa dilantik langsung oleh Mendagri di Jakarta. Ia seharusnya dilantik secara serentak oleh gubernur pada 17 Februari lalu. "Alhamdulillah cuma kita yang dilantik di pusat," ucapnya yang didampingi Wakil Bupati Konawe Selatan Arsalim.

Ia mengakui penundaan pelantikan memang membuat resah terkait nasibnya menjadi kepala daerah. "Sengsara membawa nikmat. Kita sengsara sedikit, tapi nikmat kita hari ini dilantik di Kemendagri oleh Mendagri sendiri," akunya. Namun, saat ditanya mengenai keengganan Gubernur Sultra melantik mereka lantaran alasan politik, keduanya pun enggan berkomentar dan memilih konsentrasi untuk membangun Konawe Selatan.(Nur/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya