Mukernas Islah PPP Terancam Gagal

MI
24/2/2016 07:17
Mukernas Islah PPP Terancam Gagal
()

PERSIAPAN menuju pergelaran muktamar islah PPP bakal diawali dengan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, hari ini. Sejauh ini yang mengonfirmasi kehadiran mencapai 32 dari 34 pengurus tingkat provinsi.

Wakil Ketua Umum PPP Muktamar Bandung, Hasrul Azwar, mengatakan mukernas itu merupakan tindak lanjut DPP dari pengesahan dihidupkannya kembali DPP PPP hasil Muktamar Bandung lewat Surat Keputusan Menkum dan HAM Nomor M.HH-03.AH.11.01 Tahun 2016.

"Mukernas ini posisinya, kualitasnya, sebagai forum tertinggi di bawah muktamar. Itu ada di AD/ART pasal 54. Forum ini akan menentukan penetapan Muktamar PPP VIII, yang insya Allah akan dilakukan pada April, tanggal belum tahu. Ini bisa juga disebut muktamar islah seutuhnya," katanya.

Mukernas juga bakal membereskan kepengurusan DPW dan DPC pemilik hak suara di muktamar yang masih terbelah. "Kepengurusan DPW-DPC yang selama ini kembar akan normal kembali. Tidak akan ada lagi ada konflik sebagaimana tidak ada lagi konflik di tataran DPP," klaimnya.

Soal pimpinan muktamar, DPP sudah memutuskan untuk menunjuk Emron Pangkapi sebagai ketua pelaksana. Hal itu disebabkan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali berhalangan hadir karena kasus yang kini sedang dihadapinya. Namun, mukernas islah itu terancam gagal karena PPP versi Muktamar Jakarta mengaku tidak diundang. Hal itu dibenarkan Sekjen PPP versi Muktamar Jakarta, Dimyati Natakusumah. "Tidak ada undangan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi), Usamah Hisyam, mengimbau seluruh kader Parmusi yang berada dalam struktur kepengurusan PPP untuk menyelamatkan partai ini.

"Saya tergerak untuk mengambil inisiatif mendorong seluruh kader Parmusi bersikap legowo terhadap kebijakan pemerintah. Hal itu setelah mendengar masukan semua pihak untuk melakukan islah yang dilanjutkan dengan melaksanakan Muktamar Luar Biasa dengan memperpanjang masa kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar di Bandung pada 2011 sebagai pelaksana muktamar," imbuh Usamah.(Kim/Nur/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya