Jaringan Teroris di Indonesia Makin Terpetakan

Arif Hulwan
22/2/2016 18:16
Jaringan Teroris di Indonesia Makin Terpetakan
(Antara/Ari Bowo Sucipto)

RENTETAN penangkapan terduga teroris di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir disebut makin memetakan postur jaringan teroris di Indonesia yang terkait gerakan Negara Islam Irak Suriah (IS).

"Pokoknya ada kaitan-kaitan, makin jelas networking-nya sekarang dengan penangkapan itu," kata Menkopolhukam Luhut Pandjaitan, di Jakarta, Senin (22/2).

Diketahui, Kepolisian menangkap 38 orang yang melakukan pelatihan paramiliter di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (19/2) sekitar pukul 22.30 WIB. Mereka mengklaim diri sebagai anggota Jamaah Ansharus Syariah (JAS), pecahan dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang kini ikut IS. Namun, ke-38 orang itu kemudian dilepaskan.

Di hari yang sama, lima terduga teroris juga ditangkap di Malang, Jawa Timur. Mereka diyakini memiliki hubungan dengan jaringan kelompok teroris yang menebar teror di Jl MH Thamrin, Jakarta.

"Dengan menangkap itu, maka bukti-bukti tambahan yang didapat bahwa mereka melakukan kaitan dengan (aksi teror Jl) Thamrin dan ada beberapa (keterkaitan) yang enggak bisa saya ceritakan," lanjut Luhut.

Menkopolhukam enggan menyebut bahwa penangkapan itu berarti menunjukan makin membesarnya jaringan teror di Indonesia. "Lebih banyak kita tahu (tentang jaringannya) yang penting. Kalau lebih banyak jumlahnya enggak tahu. Jumlahnya banyak pasti ada, tapi jaringannya kita makin banyak tahu," kilah dia.

Mengenai penguatan dasar hukum bagi penangkapan terduga teroris, Luhut menyebut itu terus berproses di DPR lewat revisi UU Terorisme. Surat Presiden (Surpres) sudah dikirmkan Presiden Jokowi ke DPR. Peluang perubahan naskah lebih lanjut masih ada.

"Yang jelas dari pemerintah kita cuma minta kewenangan menahan lebih lama, untuk orang rapat (yang diduga terkait terorisme) bisa diambil, diminta keterangannya," tutup Luhut. (OL-02)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya