Sel Jaringan Terorisme Makin Sulit Dideteksi

Rudy Polycarpus
18/2/2016 22:38
Sel Jaringan Terorisme Makin Sulit Dideteksi
(ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA)

EXECUTIVE Director of the Indonesian Muslim Crisis Center Robi Sugara menilai, ancaman Islamic State (IS) menjadi persoalan regional Asia Tenggara. Jaringan teroris kini membentuk sel-kecil yang semakin sulit terdeteksi.

Robi menyebut, pemain utama pelaku teror di kawasan ini adalah Bachrum Naim dan Santoso. Bachrum Naim yang kini bergabung dengan IS, diketahui menjalin hubungan dengan Santoso yang ia sebut sebagai 'komandan'.

Peran Bachrum Naim, ujar Robi, sebagai pemasok dana bagi Santoso, buronan teroris yang paling diburu di Indonesia. Santoso adalah amir Mujahidin Indonesia Timur yang selama ini dikejar di Poso, Sulawesi Tengah.

Pria bernama lain Abu Wardah ini pernah mengancam akan menyerang beberapa tempat di ibu kota. Santoso juga sudah menyatakan sebagai bagian dari ISIS.

"Bachrum Naim sebagai ahli propaganda, dapat dana (dari Timur Tengah) lalu diberikan kepada Santoso untuk aktivitasnya," ujar Robi di Gedung Habibie Center, Jakarta, Kamis (18/2)

Robi menduga, uang tersebut secara tak langsung dipakai untuk melakukan teror bom di Jalan Thamrin, Januari silam. Ia menilai serangan tersebt merujuk pada aksi terorisme yang pernah terjadi di Mumbai, India.

Ia menambahkan bahwa model-model teror ini dilakukan kelompok Al Qaeda atau IS. Apalagi ISIS sudah pernah merilis dan mengancam untuk melakukan teror seperti teror Paris di Indonesia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya