Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ENTAH kurang perekatnya atau kurang tepat cara penyematannya, tanda kepangkatan Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, terus saja jatuh dari pundak kanan pria asal Badung Utara tersebut. Kejadian itu mewarnai pelantikan bupati dan wakil bupati hasil pilkada serentak 2015 di wilayah Provinsi Bali, kemarin.
Saat jatuh pertama kalinya, tanda kepangkatan dipilih langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Gubernur pun langsung kembali menyematkan tanda kepangkatan sambil tangannya tetap berjabat erat dengan sang bupati. Ketika menyematkan tanda kepangkatan itu ke pundak Bupati Badung, Gubernur bahkan menekan sampai badan bupati berambut gondrong tersebut miring ke kanan. Namun, selang beberapa detik tanda kepangkatan itu jatuh lagi.
Saat jatuh yang kedua kali, tanda kepangkatan diganti oleh tanda kepangkatan lain yang dipilih petugas upacara, kemudian disematkan ke pundak Giri.
Adegan menarik berikutnya, pada waktu tanda kepangkatan itu hampir jatuh untuk ketiga kalinya, sang bupati langsung meraihnya dan memasukkannya ke kantong celana bagian kanan. Aksi itu sempat membuat suasana pelantikan riuh karena banyak yang berkomentar. "Jangan-jangan ini simbol kejatuhan sang bupati," ujar seorang undangan bernama Dewa Sastra.
Beberapa petugas datang menghampiri Giri dan meminta tanda kepangkatan yang disimpan dalam sakunya dipasang kembali ke pundaknya. Lagi-lagi tanda kepangkatan tidak bisa melekat dengan baik meskipun tidak sampai terjatuh.
Gubernur Bali melantik lima pasang bupati-wakil bupati dan sepasang wali kota-wakil wali kota terpilih. Dari enam pasangan, empat pasangan berstatus petahana. Keenam pasangan meliputi B Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara (Kota Denpasar), Made Gianyar-Sang Nyoman Sedana Arta (Kabupaten Bangli), I Putu Artha-Kembang Hartawan (Jembrana), dan Ni Putu Eka Wiryastuti-Komang Gede Sanjaya (Tabanan), semuanya petahana.
Dua pasangan bupati-wakil bupati lainnya, yakni I Gusti Ayu Mas Sumatri-Wayan Artha Dipa (Kabupaten Karangasem) dan I Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa (Kabupaten Badung).
Gubernur Bali menekankan kepada enam bupati/wali kota yang baru dilantik itu agar mengedepankan sinergitas dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan untuk lima tahun ke depan.
"Itu supaya program bisa berjalan dengan lancar, baik yang diprogramkan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Dengan demikian, tujuan menyejahterakan rakyat itu bisa dikerjakan dengan fokus, dan kesejahteraan bisa lebih cepat dicapai," pesan Pastika.
Khusus kepada bupati-wakil bupati petahana, Pastika menekankan harus bekerja lebih keras lagi dan lebih fokus, terutama pada program prioritas yang tertunda dan belum rampung. Pejabat yang baru diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan, iklim birokrasi, serta tuntutan tugas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved