Jokowi Dorong Stabilitas Kawasan untuk Cegah Terorisme

Rudy Polycarpus
16/2/2016 20:31
Jokowi Dorong Stabilitas Kawasan untuk Cegah Terorisme
(ANTARA FOTO/HO/Laily Rachev)

PRESIDEN Joko Widodo menyinggung sejumlah isu krusial, seperti konflik di Laut Cina Selatan, konflik Arab Saudi dan Iran, penyelesaian konflik Palestina, serta isu terorisme ketika membacakan sambutan dalam acara Working Dinner bersama Presiden Barack Obama dan pemimpin negara ASEAN di Sunnylands Historic Home, Amerika Serikat, Selasa (16/2)

Terkait isu terorisme, anggota Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana mengataan Jokowi mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas perdamaian di kawasan Timur-Tengah. Jokowi juga menyatakan keprihatinan atas memanasnya hubungan Arab Saudi dan Iran pada awal tahun ini. Belum lagi masalah Palestina yang belum dapat diselesaikan serta konflik Suriah yang menciptakan arus pengungsi besar-besaran.

"Saya telah mengutus Menteri Luar Negeri Indonesia ke Iran, Arab Saudi dan sejumlah negara di Timur Tengah untuk menggalang perdamaian," ujar Presiden seperti disampaikan Ari.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan pesan damai dan solusi politik telah disampaikan Indonesia pada Pertemuan Tingkat Menteri Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah, 21 Januari 2016. Pesan damai ini telah menjadi bagian dari Communique PTM Luar Biasa OKI saat itu.

Selain itu, Indonesia telah mengusulkan dibentuknya suatu mekanisme sejenis Code of Conduct yang berisi prinsip-prinsip membangun kepercayaan (trust building), menghormati kedaulatan negara lain, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Menurut Presiden, itu merupakan salah satu kunci terciptanya perdamaian di Timur Tengah.

Pada kesempatan itu, papar Ari, Presiden Jokowi menyatakan bahwa kawasan Laut Cina Selatan harus menjadi area yang damai dan stabil. Kepala Negara mengimbau negara-negara di kawasan tersebut mengenyampingkan rivalitas kekuasaan serta menghentikan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan ketegangan.

"Sebagai non-claimant state, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia ingin memberikan kontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan," tandas Ari.

Presiden Jokowi juga menggunakan kesempatan itu untuk mengingatkan kembali upaya penyelesaian masalah di Palestina. Presiden menyatakan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina terus dilakukan secara konsisten.

Wujud nyata kontribusi Indonesia adalah menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada 6-7 Maret 2016. KTT Luar Biasa OKI yang akan dilaksanakan di Jakarta ini menurut rencana akan membahas masalah Palestina dan Al Quds. Sebagai tuan rumah, Indonesia akan mengundang sejumalah pemantau dari negara lain, termasuk AS.

"Saya ingin mendorong agar ASEAN dan AS terus dapat memberikan kontribusi bagi penyelesaian masalah Palestina," ujar Jokowi. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya