Setya Novanto Lebih Banyak Menyangkal

Adi/P-5
11/2/2016 07:11
Setya Novanto Lebih Banyak Menyangkal
(MI/Atet Dwi Pramadia)

MANTAN Ketua DPR Setya Novanto tidak membantah perihal pertemuan antara dirinya, pengusaha Riza Chalid, dan mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Kalau pertemuannya tersebut tidak dibantah. Cuma yang kita pertanyakan adalah materi pembicaraan Setya Novanto dengan Maroef dan Riza bertiga. Kita cocokkan dengan rekaman apakah sesuai dan kita periksa keterangannya," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Arminsyah di Jakarta, kemarin.

Hal itu disampaikan Arminsyah setelah tim penyelidik JAM-Pidsus memeriksa Novanto untuk kedua kalinya terkait skandal papa minta saham. Politikus Partai Golkar tersebut hadir di Gedung Bundar, Jakarta, kemarin pukul 17.50 WIB.

Menurut Arminsyah, dalam pemeriksaan tersebut, Novanto menjawab ragu-ragu pertanyaan penyelidik setelah rekaman pembicaraan selama 1 jam 27 menit diperdengarkan.

Selama lebih dari 4 jam, mulai pukul 18.00 hingga 21.30 WIB, Novanto diberondong 31 pertanyaan.

"Kita dengarkan rekaman 1 jam 27 menit. Pada pokoknya, Setya Novanto mengatakan tidak tahu terkait rekaman. Dia menjawab dengan ragu-ragu. Dia bilang hanya mengobrol. (Dia) menyangkal lebih banyak," terang Arminsyah.

Novanto mengatakan dirinya sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan dari tim penyelidik.

"Ya saya sudah langsung menjawab seluruh pertanyaan yang dilakukan Kejaksaan. Dilakukan secara profesional dan tentu yang saya jawab berdasarkan apa yang saya rasakan, yang saya tahu," tukas Novanto.

Novanto sebelumnya datang ke Gedung Bundar menggunakan mobil Toyota Avanza hitam, sedangkan pulangnya dia menggunakan Toyota Alphard.

"Semuanya sudah saya klarifikasi sejelas-jelasnya," tutup Novanto singkat.

Novanto masih akan dimintai keterangan oleh tim penyelidik hari ini. Ia pun menyatakan siap untuk memenuhi undangan Kejaksaan Agung.

"Kita serahkan semuanya kepada Kejaksaan," kata kuasa hukum Novanto, Firman Wijaya, saat mendampingi Novanto di Gedung Bundar.

Novanto sudah dua kali memenuhi surat undangan pemeriksaan dari Kejaksaan Agung.

Pada pemeriksaan sebelumnya, Novanto membantah meminta saham terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Ia juga membantah telah mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memuluskan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia tersebut.

"Semuanya itu tidak benar," ujarnya seusai pemeriksaan perdana.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya