Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menengarai, alih-alih membangun kepercayaan, pers justru mengembangkan ketidakpercayaan, distrust. Oleh karena itu, Presiden meminta pers melalui pemberitaannya sungguh-sungguh membangun kepercayaan, trust. "Kalau tidak ada kepercayaan, tidak mungkin arus investasi dan modal mengalir ke negara kita. Perslah yang berperan membentuk kepercayaan itu," kata Jokowi saat memberi sambutan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Lombok, NTB, kemarin.
Pers, imbuh Presiden, juga acap menghadirkan pesimisme. "Kita harus berpikir bagaimana pers membangun optimisme publik, etos kerja masyarakat, dan produktivitas. Bukan sebaliknya, malah membuat kita pesimistis, terjebak pada berita sensasional.
"Presiden mencontohkan sejumlah judul berita yang cenderung meruntuhkan optimisme bangsa. Ada berita judulnya Semua Pesimistis Pertumbuhan Ekonomi Tercapai, Pemerintah Gagal, Aksi Teror tidak akan Habis sampai Kiamat, dan Kabut Asap tidak Teratasi, Riau Ancam Merdeka. "Ada lagi judul berita Indonesia akan Bangkrut. Padahal, semua itu asumsi-asumsi," tegas Jokowi.
Presiden meminta pers bisa menjadi cahaya moral dan pembentuk karakter bangsa. Ia juga menyinggung media daring yang sering mengabaikan kode etik pemberitaan. Ada pula pers yang suka menghakimi seseorang. Dalam konteks itu, ada media yang selama empat bulan cenderung menghakimi seolah orang tersebut terlibat kasus dana bansos dan nyaris tanpa verifikasi. Sebelumnya, Ketua Umum PWI Pusat Margiono menyebutkan pers sering dituduh bikin gaduh dan tidak sependapat dengan tuduhan itu. Dia mengatakan HPN kali ini juga menjadi ajang evaluasi dan koreksi karena masih banyak kesalahan yang dilakukan pers.
Senada, tokoh pers nasional Surya Paloh menekankan HPN kali ini menjadi momentum bagi insan pers untuk introspeksi diri dalam memanfaatkan kebebasan pers. Menurutnya, insan pers saat ini mulai terjebak pada pemikiran-pemikiran pragmatis. Padahal, peran utama pers ialah menjaga kedaulatan sistem demokrasi. "Jadi, pilar demokrasi tidak lepas dari arti eksistensi peran pers," tandasnya.
Ketua Dewan Pers Bagir Manan menegaskan salah satu tugas pers ialah memastikan bahwa agenda negara sesuai dengan agenda rakyat. Karena itu, pers membutuhkan keterbukaan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved