Media dan Presiden Kena Sindir

Nur Aivanni/P-5
10/2/2016 08:27
Media dan Presiden Kena Sindir
(ANTARA/Ahmad Subaidi)

RIBUAN hadirin tertawa lepas dalam acara Hari Pers Nasional 2016 yang berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Resort, Nusa Tenggara Barat. Mereka tergelitik mendengar seloroh Ketua PWI Margiono.

Margiono, dalam pidato sambutan, menyebutkan singkatan nama pemilik media lalu memplesetkannya. Ia mencontohkan Surya Paloh (SP), pemilik Media Group. "SP. suara profesional, tapi ada juga suara politiknya," ucapnya.

Derai tawa para hadirin yang duduk rapi di bawah tenda putih berukuran 1.200 meter persegi itu sontak pecah. Media Berita Satu milik James Riyadi (JR) tidak luput dari candaan Margiono. JR, kata dia, merupakan kepanjangan dari jurnalistik reformasi.

"Ada yang lain, kalau MNC Group, Pak Hari Tanoe (HT) apa? Harus tajir katanya," celetuk itu pun diiringi tepuk tangan para hadirin. Jawa Pos Group milik Dahlan Iskan juga terkena sindiran. "Kalau Pak Dahlan (Iskan). DI. Demi iklan," cetus Margiono.

Hari Pers Nasional kali ini mengusung tema Pers merdeka mendorong poros maritim dan pariwisata nusantara. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini Presiden Joko Widodo hadir. Ia mengenakan baju sasambo (Sasak, Samawa, dan Mbojo). Hadir pula Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Menko PMK Puan Maharani, Jaksa Agung Prasetyo, Ketua DPR Ade Komarudin, dan pimpinan media.

Margiono yang pada Hari Pers Nasional 2010 mencium tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kali ini menekankan pers dan kegaduhan. Menurutnya, ada dua kegaduhan, yakni negatif dan positif. Kegaduhan negatif ialah pemberitaan mengenai terorisme, korupsi, dan narkoba. "Kalau kegaduhan positif sumbernya sering kali dari anak buah Bapak Presiden, Pak Rizal Ramli terutama," ujar Margiono yang disambut gelak tawa hadirin.

Ia menambahkan, ada dua kegaduhan yang semula diragukan, tapi akhirnya menjadi kenyataan. Pertama, Jokowi menjadi Presiden RI.

"Enggak ada yang percaya. Bahkan Bapak Presiden waktu diwawancarai jawabannya sangat sederhana. Ndak mikir, ndak mikir, ndak mikir. Ndak mikir saja jadi presiden," tuturnya.

Kedua, saat Jokowi akan merombak kabinet. "Kabarnya akan ada reshuffle? Siapa bilang? Tanya sama orang yang ngomong reshuffle. Sampean juga ndak mikir. Dua minggu setelah itu, dia (Jokowi) reshuffle. Tidak mikir saja yang di-reshuffle lima (menteri). Coba kalau dipikir, habis. Tapi saya yakin Pak Jokowi tidak akan me-reshuffle Ibu Menko PMK Puan Maharani," sindirnya.

Jokowi saat memberikan sambutan lalu membalas sindiran Margiono. "Jawaban saya dulu kalau ditanya (reshuffle) kan ndak mikir. Kalau ditanya sekarang, jawabannya lain. Baru sedang mikir," ucap Jokowi yang diikuti gelak tawa para hadirin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya