Gerindra Tegar walau Ditinggal

Nov/MTVN/*/P-5
07/2/2016 04:00
Gerindra Tegar walau Ditinggal
(ANTARA/Reno Esnir)

KETUA Umum Gerindra, Prabowo Subianto, senang karena kadernya tetap tegar sekalipun telah ditinggalkan rekan-rekan Koalisi Merah Putih (KMP) yang ikut mengusungnya saat Pemilu Presiden 2014.

"Saya senang sekali melihat wajah Anda semua, penuh semangat di hari ulang tahun Gerindra ini. Kita tidak merasa sendiri kok. Saya masuk semringah semua. Kalau ditinggal kan pilu. Ini kok tegar semua," kata Prabowo di Jakarta, kemarin.

Gerindra merayakan hari jadi kedelapan yang dipusatkan di Kantor DPP di Jalan Ragunan, Jakarta Selatan. Namun, para petinggi partai, seperti Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, tidak terlihat di acara penting itu.

Lebih jauh Prabowo mengingatkan pentingnya kesetiaan. "Yang penting setia. Kita enggak pernah gentar. Setia kepada pendiri bangsa. Setia di hati bukan di mulut, bukan slogan, bukan mantra. Tak usah gembar-gembor," lanjutnya.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan pihaknya memang tidak mengundang pe-tinggi partai lain. Menurutnya, Prabowo menginginkan pera-yaan ulang tahun dilakukan dengan sederhana.

"Ini peringatan untuk memperkuat kita sendiri. Pak Prabowo ingin kader menikmati peringatan ini secara penuh sehingga tidak mengundang partai lain," ujar Muzani saat dihubungi.

Muzani mengatakan secara de facto KMP memang sudah bubar karena satu per satu partai yang tergabung di dalamnya menyatakan mendukung pemerintah.

"KMP yang dulu menjadi kekuatan ekstra mengontrol pemerintah sekarang hampir satu per satu keluar karena itu de facto sudah bubar. Tetapi Gerindra tetap sebagai oposisi," pungkasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, kembali menegaskan keberadaan KMPdan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) sudah tidak lagi relevan saat ini. "Saya kira bukan soal bubar atau tidak. Dari awal ingat kan, begitu pilpres selesai, KMP dan KIH sudah tidak relevan. Termasuk KIH kan sekarang sudah menjadi Koalisi Partai Pendukung Pemerintah," ujar Zul. Politikus Golkar, Aziz Syamsuddin, pun mengaku tidak tahu-menahu lagi tentang perkembangan KMP.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya