Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai pengikut Gafatar hanya sebagai korban sehingga harus mendapatkan bimbingan dan diterima masyarakat.
Namun, untuk pemimpin Gafatar, Said berpendapat mereka harus ditindak secara hukum.
"Kalau mau melakukan migrasi, ya ada prosedurnya juga, jangan menculik orang, melarikan satu keluarga, kan bikin resah," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan seusai bertemu Presiden Joko Widodo.
Kesalahan lain organisasi yang dicap sesat oleh Majelis Ulama Indonesia itu, sambung Said, ialah mantan Ketua Umum Gafatar Mahful M Tumanurung menyatakan ingin mendirikan agama baru dan secara terbuka menyampaikan bahwa kelompoknya telah keluar dari Islam.
NU, kata Said, memiliki pandangan serupa dengan MUI yang menganggap ajaran Gafatar menyimpang.
Ia memastikan NU akan berpartisipasi memberikan tuntun-an agama yang benar kepada ribuan eks anggota Gafatar.
Tujuannya, agar mereka memahami arti Islam yang sesungguhnya sehingga tidak terjebak lagi pada aliran-aliran lain seperti Gafatar.
Sementara itu, Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Pusat akan memberikan rekomendasi kepada Jaksa Agung, Mendagri, dan Menag untuk melarang Gafatar dan memidanakan eks anggotanya kalau kembali berulah.
Salah satu pertimbangannya ialah fatwa Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan Gafatar sesat. Rekomendasi dari Pakem nantinya akan dituangkan ke dalam surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri.
"Fatwa MUI ini akan dijadikan salah satu acuan ketika nanti rakor Pakem mengambil sikap dan memutuskan bagaimana Gafatar nanti," kata Jaksa Agung HM Prasetyo
Sementara itu, mantan anggota Gafatar tidak setuju jika organisasinya dikatakan menyimpang dari ajaran Islam karena selama bermukim di Kalimantan, mereka masih menjalankan ibadah seperti salat.
"Seperti muslim pada umumnya, kita masih menjalankan salat. Tidak ada doktrin bahwa kita harus menganut ajaran tertentu, keseharian kita hanya bertani, itu saja," ujar seorang eks pengikut Gafatar yang tak mau disebutkan namanya saat ditampung di Balai Dinsos Provinsi Jawa Barat.
Dikatakannya, sebagai mantan pengikut, dirinya hanya tahu bahwa Gafatar sebuah ormas yang bergerak di bidang sosial dan fokus kepada kegiatan ketahanan pangan.
"Namun kini yang terpenting bagi kami ialah bagaimana pemerintah bisa memperhatikan nasib eks anggota Gafatar yang sudah hilang harta bendanya, apa mau diganti atau apa," katanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved