Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI negara dengan penduduk 250 juta jiwa lebih yang menghuni belasan ribu pulau, Indonesia rentan dilanda isu-isu nasionalisme, ketimpangan pembangunan, dan kerusakan lingkungan.
Oleh karena itu, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) urun rembuk menyampaikan Skenario Indonesia 2045 bagi para penyelenggara negara agar memahami dinamika dari setiap isu perubahan sosial yang berpotensi merusak tatanan kehidupan masyarakat.
Hal itu dikemukakan Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji kepada Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (30/1).
"Kami menyusun buku Skenario Indonesia 2045 agar hempasan dinamika isu yang kelak dialami akibat melencengnya rencana tidak terlalu fatal. Skenario dibuat agar pembuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tidak kaget dengan perubahan mendadak dan mendasar," kata Budi.
Menurut Budi, skenario memberikan perspektif berbeda kepada penyusun rencana pembangunan terhadap setiap peluang di kemudian hari.
"Penentu kebijakan biasanya kurang melihat kemungkinan paling buruk. Presiden Soekarno dan Soeharto sangat kuat planning-nya. Namun, penentu kebijakan sering kali lupa isu yang bisa merusak planning."
Penulis buku Skenario Indonesia 2045 Panutan Sulendrakusuma menambahkan, empat skenario tersebut ialah Skenario Mata Air, Skenario Sungai, Skenario Kepulauan, dan Skenario Air Terjun.
"Skenario pertama fokus pada kualitas manusia. Pada masa itu, generasi yang lahir 1995-2000 memimpin Indonesia. Ketika berbicara persatuan, mereka tidak lagi berpatokan pada masa kemerdekaan. Tetapi lebih kepada logika, apa tujuan bersama sehingga kita mesti bersatu," ujar Panutan.
Terakhir, skenario keempat yang menitikberatkan pada lingkungan.
"Pembangunan memerhatikan alam ialah keniscayaan. Badan Restorasi Gambut itu bukti komitmen pemerintah bahwa pembangunan harus memerhatikan lingkungan," ungkap Panutan.
Kepentingan rakyat
Dalam menyusun skenario itu, lanjut Budi Susilo, Lemhannas mewawancarai berbagai kalangan, mulai politikus, guru besar, tokoh bangsa, hingga masyarakat biasa untuk melihat segala isu yang berpotensi menjegal RPJMN dan RPJPN.
"Kepada mereka ditanyakan pandangan tentang Indonesia pada 2045. Para narasumber tentu mempertimbangkan perkembangan isu yang mungkin terjadi. Buku Skenario Indonesia 2045 sudah diserahkan kepada Presiden tahun lalu. Presiden mengaku akan mempelajarinya," tandas Budi.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengaku optimistis pada 2045 Indonesia menjadi negara yang lebih baik.
"Asal semua kebijakan untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok."
Bagi Nur Fajri, pelajar sekolah menengah atas di Jakarta, pada 2045 generasinya yang akan memimpin Indonesia. Menurut pemuda 18 tahun itu, generasinya tergolong kritis.
"Bila orang-orang kritis itu memperjuangkan negara ke arah lebih baik, pada 30 tahun mendatang Indonesia akan berubah 180 derajat."
(Pol/Nur/*/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved