Tokoh Senior PPP Inginkan Muktamar Islah

Putra Ananda
28/1/2016 20:14
Tokoh Senior PPP Inginkan Muktamar Islah
(MI/MOHAMAD IRFAN)

Tokoh senior Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berpendapat satu-satunya jalan agar konflik PPP usai ialah dengan melakukan muktamar islah. Hal itu disampaikan langsung oleh para tokoh senior partai berlambang Ka'bah tersebut kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan.

Salah satu tokoh senior Mahkamah Partai Bachtiar Hamzah menjelaskan bahwa saat ini sama sekali tidak ada kepengurusan PPP yang sah dan berhak atas PPP. Meskipun MA sudah memutuskan bahwa kepengurusan Muktamar Jakarta sah, namun hal itu dinilai olehnya melanggar aturan dasar rumah tangga atau AD-ART dari PPP sendiri. Djan Faridz dinilai tidak berhak duduk dalam kepengurusan PPP karena sebelumnya belum pernah masuk ke PPP.

"Kalau hal itu tidak dipatuhi dampaknya kedepan akan berantakan. Solusinya hanya muktamar islah," ujar Bachtiar, Kamis (28/1).

Bachtiar menjelaskan, Mahkamah Partai menargetkan pada Juli muktamar islah diharapkan bisa dilakukan. Saat ini Mahkamah Partai sudah perlahan-lahan melakukan konsolidasi kepada DPP hasil Muktamar Bandung selaku kepengurusan yang diangggap memiliki legalitas karena masih terdaftar di Kemenkumham.

Untuk mendukung terlaksananya islah lewat muktamar, dalam waktu 2-3 hari kedepan tokoh senior PPP juga akan melakukan pertemuan dengan pihak Djan Faridz agar menyetujui rencana adanya muktamar.

"Kami harap agar kepengurusan hasil DPP muktamar Bandung bisa segera menyelenggarakan itu dengan mengakomodir kedua belah pihak," tuturnya.

Menkopokhukam Luhut Binsar Panjaitan sendiri menyambut baik rencana tokoh senior di Mahkamah Partai PPP untuk membentuk muktamar islah. Luhut pun mengatakan siap untuk memfasilitasi perdamaian atau islah kedua kubu yang telah bertikai selama 1 tahun belakangan ini.

"Tadi kami berbincang-bincang mengenai masa depan PPP yang intinya ingin ada muktamar islah. Islah ini dilakulan supaya damai. Beberapa pikiran tadi juga sudah disampaikan dan mulai mengurucut," jelas Luhut.

Agar polemik konflik partai PPP tidak berlarut-larut dalam kesempatan kemarin Luhut berharap agar kedua kubu baik Djan Faridz maulin Romi bisa memahami aspirasi dari pikiran-pikiran tokoh senior PPP yang menginginkan PPP bisa bersatu kembali.

"Caranya kita masih finalisasi pelan-pelan. Nanti malam saya juga mau ketemu dengan Djan untuk membahas hal ini. Karena kasian jika terus berkonflik, orang yang punya jenjang karir bagus di PPP bisa sia-sia karena tidak bisa maju di pilkada 2017," jelas Luhut. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya