Jangan Jadikan Wantim Superpower

Nov/Pol/P-3
27/1/2016 03:20
Jangan Jadikan Wantim Superpower
Dave Laksono/Ketua DPP Golkar hasil Munas Ancol(MI/Angga Yuniar)

KETUA DPP Golkar hasil Munas Ancol Dave Laksono menilai wacana perluasan wewenang Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar yang digulirkan kubu Aburizal Bakrie (Ical) berpeluang menghasilkan ketua umum boneka. Pasalnya, kendali partai tidak berada di tangan ketua umum, tetapi pada ketua wantim.

"Sekarang masyarakat makin kritis. Yang berhadapan dengan publik kan ketum. Kalau ketum di bawah kendali wantim, mau jadi apa partai ini (Golkar) di masa depan?" tegas Dave di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, dalam Rapimnas Golkar 2016, kubu Ical mewacanakan perluasan kewenangan wantim. Belum diketahui pasti bentuk perluasan kewenangan itu. Namun, wacana itu bergulir seiring keputusan Ical untuk tidak lagi mencalonkan diri dalam munaslub mendatang.

Menurut Dave, penguatan kewenangan wantim sebelumnya pernah terjadi pada era kepemimpinan Pak Soeharto. Selama era Orde Baru, Pak Harto menjabat Ketua Dewan Pembina Golkar. Namun, lanjut Dave, kala itu penguatan kewenangan diperlukan karena Golkar mengerucut kepada presiden.

"Golkar sekarang sudah bertransformasi. Golkar sudah menjadi partai yang terbuka. Jangan menjadi lembaga superpower. Perpecahan Golkar kan karena pimpinannya kurang aspiratif," tandasnya.

Dalam menanggapi hal itu, Ketua DPP Golkar hasil Munas Bali, Tantowi Yahya, membantah tudingan itu. Ia mengatakan sejauh ini pihaknya belum membahas soal perluasan kewenangan wantim.

"Tidak ada. Sejauh ini kita juga belum bahas soal perluasan kewenangan wantim. Kebenaran Aburizal jadi wantim juga belum tentu," ujar Tantowi.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan tim transisi tidak akan ikut campur dalam penyelenggaraan munaslub Golkar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya