DPR Setujui Calon Komisioner KY

Astri Novaria
21/1/2016 22:32
DPR Setujui Calon Komisioner KY
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Seluruh fraksi di Komisi III DPR RI secara aklamasi menerima dua calon komisioner Komisi Yudisial (KY) yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo yakni Jaja Ahmad Jayus dan Aidul Fitriciada Azhari.

"Semua fraksi di Komisi III menerima dua calon Komisioner KY," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Trimedya Panjaitan, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (21/1).

Selanjutnya, hasil dari uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan Komisi III tersebut akan dibacakan ke dalam sidang paripurna pekan depan untuk selanjutnya disampaikan ke Presiden Jokowi.

Anggota Komisi III dari Fraksi PKS, Nasir Djamil mengatakan pihaknya menyadari bahwa KY membutuhkan jumlah yang sesuai dengan Undang-Undang. "Semoga dengan adanya dua anggota KY yang baru lembaga ini bisa bekerja cepat untuk menjabarkan kewenangannya sesuai konstitusi. Rakyat sepertinya skeptis dengan kemampuan KY untuk mewujudkan peradilan yang agung," ujarnya.

Dalam uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukukan DPR, Jaja Ahmad Jayus memaparkan makalahnya yang berjudul "Upaya Penyatuan Perbedaan Cara Pandang Terkait Dugaan Pelanggaran KEPPH yang Menyangkut Pelanggaran Terhadap Prinsip Kedisiplinan dan Profesionalisme".

Di depan anggota Komisi III, Jaja menegaskan dirinya termasuk orang dengan tipe sedikit bicara namun banyak bekerja. Ia juga mengatakan konsep tersebut dijalaninya saat menjadi komisioner KY. Calon Pimpinan KY itu pun menambahkan sering menerima wartawan untuk diwawancara terkait masalah persoalan etika hakim.

“Semua lembaga termasuk KY belum memaksimalkan outcome. Saya lebih utamakan pencapaian outcome dari pada riak-riak yang tak bisa berujung. Saya sering menerima wartawan di ruangan saya. Secara prinsip, saya lebih utamakan outcome daripada bicara. Banyak bekerja,” tutur Jaja.

Sedangkan Aidul Fitriciada Azhari mengatakan akan membangun komunikasi politik dengan pimpinan MA. "Ada kalimat yang memang harus diungkapkan agar hubungan KY dan MA ini searah. Dari awal, saya lihat belum ada komunikasi politik. Ini yang akan saya lakukan yaitu membangun, menjalin komunikasi politik dengan MA," ujar Aidun. (Nov/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya