Dua Kabupaten di Papua Disebut juga Suap Dewie Yasin Limpo

Erandhi Hutomo Saputra
21/1/2016 17:13
Dua Kabupaten di Papua Disebut juga Suap Dewie Yasin Limpo
(ROMMY PUJIANTO)

Upaya suap kepada Dewie Yasin Limpo untuk memuluskan proyek di Papua ternyata tidak hanya dilakukan Kabupaten Deiyai. Rinelda Bandaso, asisten pribadi Dewie, menyebut Kabupaten Paniai dan Nduga juga memberi fee untuk proyek infrastruktur.

Hal tersebut diungkapkan Reinelda dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (21/1). Rinelda berbicara saat menjadi saksi untuk Kepala Dinas ESDM Kabupaten Deiyai, Irenius Adii dan pemilik PT. Abdi Bumi Cendrawasih, Setiady Jusuf dalam Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (21/1).

“Apakah ada menerima dari daerah lain (selain Kabupaten Deiyai)?,” tanya hakim Yohanes kepada Rinelda

“Ada Yang Mulia, di Paniai sama Nduga,” jawab Rinelda.

Rinelda menambahkan, ia menerima pengajuan proposal proyek dari dua Kabupaten yang diikuti dengan pemberian suap itu atas perintah Staf Ahli Dewie, Bambang Wahyuhadi. Bahkan, kata Rinelda, uang suap dari dua Kabupaten itu telah diterima dirinya dan digunakan salah satunya untuk membayar undangan pernikahan anak Dewie Yasin Limpo.

“Itu (perintahnya) dari pak Bambang, jadi itu (rencananya untuk) proyek infrastruktur, tapi sampai saat ini tidak ada (proyeknya). (Fee) sudah terima, (uangnya) untuk bayar undangan pernikahan anak bu Dewie,” jelasnya.

Dalam persidangan itu, Rinelda juga membenarkan adanya permintaan dana pengawalan dari mantan anggota DPR Komisi VII Fraksi Hanura itu untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diajukan oleh Kepala Dinas ESDM Kabupaten Deiyai, Irenius Adii.

Permintaan dana pengawalan oleh Dewie itu usai rapat dengar pendapat antara Komisi VII dengan Kementerian ESDM, uang itu sebagai imbalan atas usaha Dewie untuk memperjuangkan proposal Irenius di Kementerian ESDM dengan anggota DPR Komisi VII lain. Pada 28 September di Plaza Senayan, Rinelda mengaku ada pertemuan bersama antara Dewie, Bambang dengan Irenius untuk menentukan besaran dana pengawalan yang awalnya diminta 10%. (Nyu/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya