Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai partai politik butuh budaya tahu diri dalam mendidik kadernya. Hal ini dikatakan Koordinator Formappi, Sebastian Salang mengikut ditersangkakannya sejumlah anggota dewan baru-baru ini.
"Partai dan kader harusnya punya kesadaran yang sama untuk mundur. Jangan dipaksa baru mundur. Ini yang harus dibangun di dunia perpolitikan Indonesia," kata Salang, Kamis (22/10).
Celakanya, ujar Salang, banyak parpol yang masih belum bisa mengambil langkah tegas dalam menindak kadernya yang terjerat kasus. Terlebih, Salang menilai parpol kini cenderung jadi tameng bagi kader yang tersangkut masalah.
"Selama ini parpol justru melindungi kadernya bahkan ada upaya menutupi. Bukannya mendorong mengakui kesalahan. Di sinilah etika yang perlu diikuti," terang dia.
Salang pun mencontohkan sikap partai Nasional Demokrat (NasDem) dalam menindak mantan Sekjen Partai NasDem, Patric Rio Capela usai ditetapkan tersangka oleh KPK. Salang berharap partai lain dapat mengikuti jejak NasDem dalam mendidik kadernya.
"Harapan kita partai Hanura dapat merespon Dewi Yasin Limpo juga yang baru ditangkap KPK sama dengan NasDem. Sehingga ke depan politik kita bisa memberi harapan," ucap Salang.
Budaya malu
Sementara itu, pakar Komunikasi Politik, Tjipta Lesmana menilai belum ada kesadaran dari partai politik dalam menindak kadernya yang bermasalah.
"Dari segi etika, banyak perilaku partai yang memalukan. Apa budaya malu Indonesia makin luntur?," kata Tjipta, Kamis (22/10).
Tjipta bilang seharusnya setiap anggota dewan yang terjerat kasus harus segera ditindak. Parpol, sambung Tjipta, harus punya sikap tegas dan mendidik kader-kadernya dengan budaya malu.
"Memang kita ada praduga tak bersalah. Tapi etikanya begitu tersangka, mundur atau pecat. Bagaimana bisa (anggota dewan status tersangka) kerja lagi? Kan dia pasti bolak balik menjalani pemeriksaan," ungkap dia.
Dalam kasus ini, Tjipta memuji sikap Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang langsung mengambil sikap saat Sekjen NasDem Patrice Rio Capela ditetapkan sebagai tersangka. Dia bilang, langkah NasDem perlu ditiru oleh partai lain.
"Saya perlu angkat topi ke Surya Paloh. Satu setengah jam penetapan tersangka cuma dua opsinya mundur atau pecat dari partai. Saya kira perlu partai lain meniru jalan cepat NasDem," tukas dia. (Q-1)