Pansus Pelindo II Diharapkan tidak Masuk Angin

Astri Novaria
16/10/2015 00:00
Pansus Pelindo II Diharapkan tidak Masuk Angin
(ANTARA/YUDHI MAHATMA)
PANSUS Angket Pelindo II DPR RI melakukan rapat perdana dengan agenda memilih pimpinan dan penyusunan program kerja.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka terpilih menjadi Ketua Panitia Khusus Pelindo II dengan wakilnya Azis Syamsuddin (Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar), Desmon J Mahesa (Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra) dan Teguh Juwarno (anggota dari Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional). Proses pemilihan tersebut berlangsung tertutup.

"Masa kerja sesuai tatib adalah 60 hari kerja dan kami akan laporkan ke Rapat Paripurna. Kami belum bisa laporkan apa-apa dan ini baru rapat perdana. Pekan depan bisa share program kerja kami," ujar Rieke di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (15/10).

Lebih lanjut kata Rieke, ke depan Pansus akan memanggil pihak-pihak terkait dugaan praktik korupsi yang selama ini terjadi di Pelindo II. Mulai Senin (19/10) mendatang, pihaknya akan menggelar rapat dengan pimpinan DPR untuk membahas pihak-pihak yang diperlukan keterangannya.

Menurut Rieke, sedapat mungkin Pansus Pelindo II tidak mengalami masuk angin dalam rangka mengungkap indikasi dugaan korupsi di dalamnya.

"Nanti kita buktikan dengan kerja. Masukan masyarakat, bukti-bukti sudah ada tapi perlu dipelajari. Pengawalan media dan masyarakat penting agar tidak masuk angin," tegasnya.

Secara terpisah, Anggota Pansus Pelindo II, Daniel Johan mengaku sudah tidak sabar ingin segera bekerja mengungkap berbagai dugaan penyimpangan di perusahaan pimpinan RJ Lino. Ia mengaku selama dua minggu sejak kasus Pelindo menyeruak, ia mendapat banyak masukan dan aspirasi dari berbagai eleman masyarakat.

"Banyak sekali laporan penyelewengan di Pelindo II yang saya terima mulai dari mafia hingga pencucian uang," kata Daniel.

Namun, karena semua masih simpang-siur. maka Pansus Pelindo II menjadi penting untuk mengungkap kebenaran sesuai fakta yang ada. Pansus Pelindo II juga akan memberikan dukungan politik bagi Polri yang sempat mencoba membongkar kasus Pelindo II agar menuntaskan tugasnya.

"Pansus menjadi alat efektif untuk membongkar mafia pelabuhan sekaligus memperbaiki kinerja Pelindo. Kami akan mendorong Pansus mengungkap secara clear (jelas) apa adanya agar pelayanan Pelindo bisa menjadi pelayanan pelabuhan kelas dunia. Itu penting karena pelabuhan adalah salah satu pintu gerbang Indonesia," tegasnya.

Selasa lalu, 30 nama resmi masuk sebagai anggota Pansus. Ke-30 anggota itu berasal dari 10 fraksi yang ada di DPR. Komposisi anggota terbanyak diisi PDI Perjuangan dengan menempatkan enam anggota.

Hari ini Pansus akan memilih pimpinan. Setelah pimpinan terpilih, Pansus akan membuat program. Beberapa di antaranya membuat program kapan dilaksanakannya jadwal kerja berikut mekanisme pelaksanaan, rapat seperti apa yang akan dilakukan, dan metode rapat apa yang akan dilaksanakan. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya