Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai hasil seleksi panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat mengecewakan.
Menurutnya, beberapa nama yang dianggapnya bisa bermasalah dikemudian hari masih dipilih oleh pansel.
"Misalnya, mereka yang memiliki perspektif agar KPK fokus pada pencegahan sedangkan polisi dan jaksa penindakan. Padahal, nama KPK saja pakai kata pemberantasan, bukan pencegahan. Perspektif ini berbahaya," ujarnya, Rabu (2/9).
Menurutnya, hal tersebut bukan langkah untuk memperkuat KPK tetapi justru sebaliknya. Selain itu dirinya juga menyoroti adanya pembagian Bidang Pencegahan, Bidang Penindakan, Bidang Manajemen, Bidang Supervisi, Koordinasi dan Monitoring yang menurutnya tidak tepat.
"Mengingat keduanya lolos dengan Timsel yang berbeda. Berangkat dari usaha untuk mengebiri peran KPK, dan termasuk beberapa sosok yang berpotensi bukan memperkuat KPK tetapi justru melemahkan KPK," tandasnya.
Pihaknya berharap DPR bisa terbuka dan memperhatikan kelemahan-kelemahan yang sudah dilakukan oleh Pansel KPK dengan tidak memilih pihak yang berpotensi bermasalah tersebut.
"Saya percaya banyak anggota DPR khususnya Komisi III yang komitmen terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia," pungkasnya. (Q-1)