Menjaga Perbatasan Sama dengan Menjaga Harga Diri Bangsa

Eko Rahmawanto
22/8/2015 00:00
Menjaga Perbatasan Sama dengan Menjaga Harga Diri Bangsa
(ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO)
TERKAIT harga diri bangsa Indonesia di menjaga perbatasan dinilai sangat penting dilakukan. Karena perbatasan menjadi bagian terdepan memperlihatkan kondisi Tanah Air secara fisik maupun nonfisik masyarakat di perbatasan.

Pengamat pemasaran nasional dan dunia, Hermawan Kartajaya mengatakan, memperbaiki harga diri perbatasan di Indonesia merupakan sebuah hal yang sangat penting. Namun, hal ini sudah dilakukan oleh seorang mantan panglima TNI sejak jauh-jauh hari bernama Jenderal Moeldoko.

"Perbatasan itu tidak bisa dipandang sebelah mata dan sangat penting. Nah, posisioning Jenderal Moeldoko ini sangat jelas. Tesisnya beliau soal perbatasan itu dishare, di museum MURI dan saya terpesona, kok ada jenderal pemikir seperti ini. Pemikir untuk bekerja di perbatasan. Moledoko ini pemikir yang hebat terutama dalam melakukan pendekatan di perbatasan dan itu tidak mudah," ujar Hermawan dalam sebuah acara diskusi di RRI, Jakarta. 

Karena perbatasan, masih kata Hermawan, merupakan garda terdepan memperlihatkan citra bangsa Indonesia. Jika memang di perbatasan masyarakat tidak makmur, itu akan menjadi preseden buruk bagi negara tetangga maupun masyarakat Indonesia itu sendiri. 

"Saat menjabat Pangdam saja, pendekatan Moledoko itu sangat persuasif agar masyarakat mencintai Indonesia. Dengan membangun jalan pararel yang panjang, beliau melakukan brandingnya. Luar biasa ternyata Moeldoko itu tidak berfikir sebagai panglima TNI maupun Pangdam saja saat itu," ujar.

Sementara itu, Moeldoko mengaku apa yang dilakukannya merupakan kecintaannya terhadap bangsa dan negara Indonesia. Moeldoko mengaku bukan hanya karena dirinya saja semua perbatasan di Indonesia bisa membaik. Pemerintah, kata Moeldoko, sebenarnya secara politik will sangat setuju untuk memperbaiki perbatasan. "Sebagai wilayah pulau terdepan, perbatasan memang harus ditangani dengan serius," katanya.

"Nah, selain itu tuntutan masyarakat perbatasan atas perubahan atas situasi yang nyata, memang sangat diinginkan. Saat saya membangun jalanan pararel di perbatasan merupakan upaya bagaimana membangun masyaraat kita jiwa yang kuat untuk menjadi Indonesia, bagaimana menghubungkan antara pemikiran-pemikiran dengan kerja nyata di perbatasan. Dan pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan pak Joko Widodo semua sudah dilakukan dan diteruskan, intani merupakan sebuah prestasi yang hebat dan prestasi yang diinginkan di perbatasan." (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya