Usai Orde Baru Tumbang, Korupsi Jadi Independen

Renatha Swasthy
22/8/2015 00:00
Usai Orde Baru Tumbang, Korupsi Jadi Independen
(Tri Agung Kristanto--MI/Usman Iskandar)
TINDAK Korupsi yang terjadi di Indonesia disebut makin menjadi-jadi. Usai masa Orde Baru tumbang, korupsi kini justru semakin merata.

"Yang terjadi setelah Orde Baru tumbang, justru terjadi pemerataan korupsi. Kalau dulu korupsi yang terjadi di era Orde Baru terpusat, hanya orang di sekitar Soeharto atau disebut kroni-kroninya," kata wartawan senior Tri Agung Kristanto dalam diskusi 'Refleksi Hari Kemerdekaan Indonesia, Memaknai Ulang Kemerdekaan Indonesia' di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8).

Dulu, Tri mengandaikan dalam Orde Baru korupsi yang terjadi bagaikan Soeharto mandi di atas koran, mereka yang mendapat uang adalah yang dekat dengan cipratan air. Semakin jauh orang tersebut maka tidak akan mendapat uang.

Tapi kini, usai Orde Baru, kata mantan anggota tim penyusun UU KPK itu, korupsi makin merata bahkan independen.

"Setelah era reformasi, yang terjadi adalah korupsi semakin independen, kenapa? karena siapa pun bisa melakukan korupsi sepanjang punya otoritas atau kewenangan," pungkas dia.

Dari data kejaksaan, lanjut Tri, pada tahun 2005-2014 ada 331 orang jadi tersangka korupsi. Sementara tercatat, anggota DPR-DPRD 3.169 orang, dan PNS 1.211 orang.

"Ini belum termasuk Jaksa, Polisi anggota TNI, dan itu ada semua," pungkas dia. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya