Ini Nasib Menko Rizal Ramli Ramalan Pengamat

Ciputri Hutabarat
22/8/2015 00:00
 Ini Nasib Menko Rizal Ramli Ramalan Pengamat
(Antara/Widodo S. Jusuf)
PENGAMAT Komunikasi Politik Tjipta Lesmana memprediksi dua nasib Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli (RR) jika mempertahankan sikap kritik pedasnya.

"Pertama Rizal akan dipecat karena ada tekanan, kedua Rizal akan terus semakin berkobar dan populer karena kritikannya," Kata Tjipta di Jakarta, Sabtu (22/8).

Tjipta menilai Rizal bukan tipe pejabat yang doyan bungkam. Menurut dia, Rizal adalah tipe orang yang tak tahan dengan suatu masah yang membelit publik.

"Rizal tak akan tutup mulut kalau ada masalah serius. Kan yang diungkap sama RR benar semua. Jadi saya pikir RR orang yang tepat di posisinya sekarang untuk beberes," ucapnya.

Kendati demikia, Tjipta mengapresiasi langkah Preside Jokowi dengan menempatakn RR sebagai Menko Kemaritiman. Dia berharap RR bisa menjalankan tugas sebagaimana diharapkan banyak masyarakat.

"Dan sampai detik ini PDIP mendukung RR. Saya berkeyakinan Megawati dan Jokowi pengen Indonesia berubah makanya mereka menempatkan RR," tutup dia.

Strategi Jokowi

Lebih lanjut dikatakan, Presiden Joko Widodo punya strategi besar menempatkan Rizal Ramli (RR) sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman.

"Saya curiga Jokowi punya misi terselubung. Dia (Jokowi) masukkan harimau ke dalam kabinet. Karena dia enggak bisa tindak. Dia masukkan RR supaya RR yang gebuk-gebukin yang enggak benar," kata Tjipta.

Tjipta menilai RR sejalan dengan Jokowi. Hal ini, menurut dia, dibuktikan dengan persetujuan Jokowi untuk mengubah nomenklatur Kementerian Koordinator Kemaritiman menjadi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Alam.

"Bahkan Kementerian PU dan Pertanian sudah masuk di bawah kementeriannya. Artinya, Jokowi sangat percaya kepada RR," ucap dia.

Meski demikian, Tjipta meminta RR untuk tetap menjaga komunikasi politiknya di kabinet. Dia bilang kritik di depan umum punya waktu sendiri.

"Cuma ini kan masalah kritik terbuka dan kritik tertutup. Awalnya harusnya kritik tertutup dulu. Kalau enggak mempan baru ada kritik terbuka," tegas dia. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya